Undang Eks Presiden-Wapres, Prabowo Sampaikan Antisipasi RI Hadapi Dampak Geopolitik Dunia

Prabowo mengundang eks presiden dan wapres hingga menlu pada Selasa.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 10:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks saat bertemu eks presiden dan wakil presiden (wapres). Khususnya, usai eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia usai menghadiri pertemuan Prabowo bersama mantan presiden dan wapres, serta pimpinan partai politik di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/3/2026).

"Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait dengan perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi semua dinamika global. Khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam.

Dia menyebut segala upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini merupakan wujud kesiapan Indonesia mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di tengah dinamika global. Bahlil memastikan partai politik mendukung upaya yang dilakukan Prabowo.

"Prinsipnya adalah kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh bapak presiden dan juga kesiapan-kesiapan, langkah-langkah untuk mengantisipasi ini," ujarnya.

"Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita," sambung Bahlil.

Singgung Alasan Gabung BoP

Sementara itu, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menilai keputusan Indonesia dalam bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian merupakan pilihan yang paling memungkinkan dalam merespons dinamika global saat ini.

"Penjelasan yang menurut saya beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal," tutur dia.

Terkait situasi yang tengah terjadi di Iran dan Israel, Almuzzammil mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah secara strategis dan responsif menjaga stabilitas nasional di tengah krisis global. Kesiapan tersebut, termasuk dalam hal ketahanan pangan hingga energi nasional.

"Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita," jelas Almuzzamil.

Prabowo Undang Eks Presiden hingga Menlu ke Istana

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/3/2026). Selain itu, Prabowo juga mengundang para mantan menteri luar legeri dan ketua umum partai politik (ketum parpol) yang ada di parlemen.

"Jadi malem ini bapak presiden mengundang langsung seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu dan para menteri luar negeri terdahulu, termasuk juga para ketua umum parpol di parlemen," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Teddy menyampaikan Presiden Prabowo ingin bersilaturahmi dam bertukar pandangan dengan para mantan presiden dan wapres serta tokoh lain terkait sejumlah hal. Salah satunya, mengenai kondisi geopolitik.

"Alhamdulillah hampir sebagain besar hadir, untuk diskusi bersilaturahmi saling bertukar pandang. Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh tersebut," jelas Teddy.

"Semuanya di bahas, nanti karena (pertemuan) belum mulai," sambung dia.

 

SBY hingga Jokowi Hadir

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, pertemuan ini dihadiri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi. Kemudian, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Selain itu, tampak Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKS Al Muzzamil, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sejumlah menteri kabinet juga hadir. Mulai dari, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Mantan Menlu RI yang hadir yakni, Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, dan Alwi Shihab.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6