Dampak Perang AS-Israel dengan Iran, Pemerintah Beberkan Nasib Para Jemaah Umrah

Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji Jeddah mengambil langkah mitigasi menyusul penutupan ruang udara di Timteng akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 08:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melakukan langkah mitigasi terhadap jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, salah satunya membentuk tiga tim yang bekerja secara tiga shift dan tersebar di tiga titik bandara.

"KUH (Kantor Urusan Haji) telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan," kata staf teknis KUH Jedaah, Muhammad Ilham Effendy dalam keterangannya, Minggu (3/1/2026).

Seperti dilansir dari Antara, Sejumlah negara tetangga Arab Saudi, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah, dilaporkan menutup ruang udara untuk kedatangan maupun keberangkatan penerbangan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Di sisi lain, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status siaga dan pengawasan ketat, menyesuaikan dinamika kondisi di lapangan.

Pemerintah memastikan situasi di dalam wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang berisiko menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah segera melakukan langkah mitigasi, termasuk koordinasi intensif dengan otoritas setempat dan maskapai penerbangan.

 

Terus berkoordinasi

KUH Jeddah menjalin komunikasi intensif dengan maskapai, penyelenggara travel, dan syarikah guna mencari solusi bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

KBRI Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi tetap tenang dan memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya juga terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan jamaah umrah tetap terjaga, serta mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

 

Penerbangan ke Timur Tengah dari Soetta Terganggu

Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (soetta) Aziz Fahmi Harahap mengatakan, sejumlah penerbangan menuju Timur Tengah dibatalkan dan ditunda akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara kawasan tersebut.

Adapun yang terdampak diantaranya:

Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi

Qatar Airways (QR954) tujuan Doha

Qatar Airways (QR957) tujuan Doha

Emirates (EK357) tujuan Dubai

Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi

Garuda Indonesia (GA900) tujuan DohaEtihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi."Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel," kata Aziz seperti dilansir dari Antara, Minggu (1/3/2026).

Menurut dia, pihak bandara telah memberikan penanganan kepada penumpang terdampak sesuai prosedur, mulai dari pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi hingga koordinasi dengan maskapai untuk akomodasi dan penjadwalan ulang.

"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," jelas Aziz.

Ia menegaskan operasional penerbangan di Bandara Soetta, terutama rute internasional lainnya, tetap aman dan lancar. Manajemen bandara juga memastikan seluruh layanan kepada penumpang berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6