Imbas Serangan Israel ke Iran, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Timur Tengah Alami Pembatalan dan Penundaan

Penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Diterbitkan 28 Februari 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Penutupan wilayah udara Timur Tengah menyebabkan pembatalan penerbangan ke/dari wilayah tersebut.
  • Beberapa penerbangan Etihad, Qatar, Emirates, dan Garuda terdampak, baik keberangkatan maupun kedatangan.
  • Bandara Soekarno-Hatta menangani penumpang, mengimbau pemantauan status, dan menjaga operasional.

Liputan6.com, Jakarta - Sehubungan dengan adanya penutupan wilayah udara atau dikenal dengan airspace closed di sejumlah wilayah Timur Tengah, terdapat beberapa penerbangan rute Timur Tengah yang mengalami pembatalan keberangkatan.

Penerbangan yang terdampak antara lain oleh yaitu Etihad Airways (EY472 tujuan Abu Dhabi), Qatar Airways (QR954 tujuan Doha), Qatar Airways (QR957 tujuan Doha), Emirates (EK357 tujuan Dubai), Etihad Airways (EY475 tujuan Abu Dhabi), Garuda Indonesia (GA900 tujuan Doha), serta Etihad Airways (EY473 tujuan Abu Dhabi).

"Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi–Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha–Jakarta berstatus cancel," ungkap Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, Sabtu (28/2/2026).

Penanganan terhadap penumpang terdampak dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan. Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

"Kami mengimbau kepada para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah, untuk secara aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan maskapai terkait, guna memperoleh informasi terkini mengenai status keberangkatan," ujar Aziz.

 

Pemantauan

Sejalan dengan hal tersebut, Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya pada layanan penerbangan internasional, agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat.

"Kami juga bersama seluruh pemangku kepentingan terus memastikan bahwa seluruh aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang,"katanya.

Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait lainnya guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan tetap terjaga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6