Setahun Menjabat, Pramono Akui Macet hingga Banjir Masih Jadi PR Jakarta

Pramono mengatakan, pada 2026 ini langkah konkret yang dilakukan untuk pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai secara masif akan dijalankan.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono akui masalah klasik Jakarta (macet, banjir, polusi) belum tuntas setahun menjabat.
  • Satu tahun kepemimpinan jadi ajang refleksi, evaluasi, dan serap masukan dari masyarakat.
  • Tahun 2026, program normalisasi sungai masif akan dilanjutkan untuk atasi banjir.

 

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui persoalan klasik ibu kota seperti kemacetan, banjir, dan polusi udara masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum sepenuhnya terselesaikan selama satu tahun masa kepemimpinannya.

Hal itu disampaikan Pramono dalam acara Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah yang digelar di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

“Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini,” kata Pramono.

Pramono menegaskan, momentum satu tahun kepemimpinannya bukan sekadar perayaan, melainkan ajang refleksi dan evaluasi atas kebijakan yang telah dijalankan. Ia menyebut acara tersebut juga menjadi ruang untuk menyerap masukan dari masyarakat.

“Saya dan Pak Wagub, Bang Dul, mengadakan syukuran satu tahun pemerintahan di DKI Jakarta yang dipimpin oleh saya dan Bang Dul. Acara ini sekaligus menjadi kontemplasi, karena memang kami juga ingin mendapatkan masukan, saran, dari berbagai orang yang mendapatkan manfaat dari apa yang menjadi kebijakan kami,” ujarnya.

 

Program Pengendalian Banjir Dimasifkan

Menurut Pramono, berbagai program kerja telah dilaksanakan selama setahun terakhir. Namun ia tidak menampik bahwa persoalan mendasar Jakarta belum sepenuhnya terurai. Oleh karena itu, pada 2026 langkah konkret, terutama dalam pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai secara masif akan dijalankan.

Ia menyebut sejumlah sungai prioritas yang akan dinormalisasi, yakni Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Selain itu, pengerukan dan normalisasi juga akan dilakukan di sejumlah titik di Jakarta Barat.

“Sehingga dengan demikian, di tahun 2026 ini program normalisasi sungai secara masif akan kami lanjutkan untuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Termasuk kemudian beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat,” kata Pramono.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6