BI DKI: Lebih dari 36% Transaksi QRIS Nasional Berasal dari Jakarta, Didominasi UMKM

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta menyumbang 36% volume transaksi QRIS nasional, didominasi UMKM.
  • Digitalisasi pembayaran, khususnya QRIS, percepat pertumbuhan ekonomi Jakarta.
  • BI DKI Jakarta terus dorong perluasan digitalisasi untuk efisiensi dan UMKM.

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta. Tingginya transaksi digital menggunakan QRIS tersebut mayoritas terjadi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.

“Salah satu game changer di perekonomian kita, terutama di DKI Jakarta adalah apabila digitalisasi ini bisa dilakukan dengan cepat ya,” kata Iwan di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data BI, jumlah pengguna QRIS di DKI Jakarta telah mencapai 6,17 juta jiwa yang mencakup 10,69 persen secara nasional. Lalu, jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS di Jakarta tercatat 6,58 juta, atau sekitar 24 persen dari total merchant QRIS nasional.

“Untuk volume transaksi sudah mencapai hampir 6 miliar, atau porsinya sekitar 36 persen dari volume transaksi secara nasional. Jadi, lebih dari sepertiga transaksi yang menggunakan QRIS digital di Indonesia itu ada di DKI Jakarta,” jelas Iwan.

Dia menyebut bahwa tingginya transaksi QRIS di wilayah Jakarta mencerminkan mudahnya sistem pembayaran digital diakses dan digunakan oleh masyarakat khususnya bagi pelaku UMKM. Iwan bilang, mayoritas transaksi digital dengan QRIS justru terjadi di sektor usaha kecil.

“Mayoritas transaksi digital itu terjadi di UMKM. Beberapa usaha mikro bahkan sudah melakukan transaksi menggunakan QRIS,” kata Iwan.

 

Dorong Perluasan Digitalisasi

Ke depan, lanjut Iwan, BI DKI Jakarta akan terus mendorong perluasan dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran guna memperkuat ekonomi daerah.

Pasalnya, BI menilai digitalisasi sistem pembayaran, khususnya melalui QRIS berperan penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi hingga memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jakarta.

“Kami terus mendorong upaya perluasan dan percepatan digitalisasi di DKI Jakarta,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6