Bencana Sumatera Berlalu, PMI Terus Lakukan Upaya Pemulihan Infrastruktur Vital

Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin upaya pemulihan bencana Sumatera dengan mengerahkan relawan dan bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Diterbitkan 06 Februari 2026, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bencana ekologis Sumatera: 106 ribu warga mengungsi, ratusan ribu rumah rusak.
  • PMI pimpin pemulihan, butuh alat berat bersihkan lumpur tebal hingga 3 tahun.
  • Bosch dukung PMI dengan 25 High Pressure Washer percepat pembersihan.

Liputan6.com, Jakarta - Bencana ekologis yang melanda wilayah Sumatera sudah terjadi lebih dari dua bulan. Kini perhatian pun tertuju pada pemulihan berbagai hak dasar masyarakat.

Hingga 31 Januari 2026, masih terdapat lebih dari 106 ribu warga masih mengungsi, dengan kerusakan ratusan ribu rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ibadah.

Skala dampak tersebut menuntut percepatan pemulihan, khususnya pada permukiman dan infrastruktur vital agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Dengan mandat pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin upaya pemulihan dengan mengerahkan relawan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan terbaru dari Bosch Indonesia melalui solusi teknologi Bosch Power Tools.

"Fase pemulihan pascabencana saat ini sangat bergantung pada pembersihan lumpur dan sisa material banjir. Di sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, serta Agam, Solok, dan Padang, ketebalan lumpur masih cukup tinggi sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan secara manual," ujar Kepala Markas PMI Pusat Arifin M Hadi melalui keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan dukungan peralatan yang memadai.

"PMI akan bekerja setidaknya hingga akhir tahun ini, dan sangat mungkin diperpanjang karena proses pembersihan diperkirakan bisa berlangsung sampai tiga tahun. Karena itu, dukungan peralatan berkapasitas besar menjadi kunci agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan aman," papar Arifin.

 

Percepat Pembersihan Lingkungan

Lalu, sejalan dengan kebutuhan di lapangan, PMI memanfaatkan dukungan perkakas Bosch Power Tools untuk mempercepat pembersihan lingkungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap, terutama menjelang Ramadan 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran 25 unit High Pressure Washer senilai sekitar Rp97 juta yang memiliki tekanan air 100–120 bar, sehingga pembersihan permukiman dan fasilitas umum dapat dilakukan lebih efisien sekaligus meningkatkan keselamatan kerja relawan di lapangan.

"Di fase pasca bencana, tantangan di lapangan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga efektivitas dan keselamatan kerja. Dukungan peralatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan area terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan respons bencana jangka panjang,"ucap Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia Fenny Anggraeni Sofyan yang mewakili Bosch Power Tools dalam sambutannya.

Mendorong Dampak Nyata Melalui Teknologi dan Keberlanjutan

Menggarisbawahi tujuan program ini, Fenny menegaskan, komitmen tersebut sejalan dengan inisiatif keberlanjutan Bosch secara global yang diimplementasikan oleh Bosch Indonesia melalui berbagai program yang dapat mendukung pencapaian pembangunan keberlanjutan nasional dan tujuan SDGs melalui teknologi.

Dalam konteks ini, selain dukungan peralatan, Bosch juga melibatkan partisipasi karyawan melalui penggalangan dana senilai Rp 4,9 juta yang disalurkan melalui Foodbank of Indonesia.

"Komitmen keberlanjutan kami diperkuat melalui inisiatif Bosch Bersama Negeri, yang dijalankan melalui tiga pilar utama, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi yang berdampak pada kualitas hidup," kata Fenny.

"Keseluruhan inisiatif ini akan terus dijalankan untuk menegaskan konsistensi Bosch dalam mendorong perubahan nyata melalui solusi inovatif yang berkontribusi pada kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia," jelas Fenny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6