Megawati Cerita soal Prabowo dan Bung Karno ke Putra Mahkota Abu Dhabi, Prananda Beri Hadiah

Megawati Soekarnoputri tak hanya membahas hubungan bilateral Indonesia–UEA, tetapi juga menjelaskan persahabatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri telah bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Rabu 4 Februari 2026 waktu setempat.

Tak hanya membahas hubungan kedua negara, Megawati juga sempat menceritakan hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto ke Sheikh Khaled.

"Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya'," kata Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Bahkan menurut dia, Megawati menggambarkan keakrabannya dengan Prabowo ke Sheikh Khaled.

"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan Mas. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan Mbak. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," cerita Zuhairi menirukan pernyataan Megawati.

Meski memiliki hubungan baik, Megawati yang juga Ketua Umum PDIP, kata Zuhairi, menyampaikan kepada Sheikh Khaled bahwa ia mengambil sikap politik untuk tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo.

"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaanya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," tegas Zuhairi menirukan pernyataan Megawati.

Mendengar penjelasan tersebut, Putra Mahkota Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan memberikan respons positif. 

 

Cerita soal Bung Karno

Di hadapan Putra Mahkota, Megawati menegaskan besarnya peran dan pemikiran Presiden Pertama RI, Soekarno atau Bung Karno, dalam membangun fondasi bangsa Indonesia.

Megawati pun menceritakan bagaimana nilai-nilai yang diajarkan sang ayah menjadi pegangan hidupnya hingga saat ini.

"Bung Karno, Bapak Proklamator Bangsa Indonesia, telah mengajarkan saya pentingnya keteguhan, keyakinan, kesabaran, dan keberanian. Ini yang melandasi saya dalam berjuang menjaga dan membangun Indonesia," ujar Megawati.

Mendengar penuturan tersebut, Sheikh Khaled menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Bung Karno.

Ia menilai pengalaman hidup Bung Karno memuat kebijaksanaan yang relevan bagi kepemimpinan masa kini.

"Bung Karno merupakan sosok luar biasa. Ini pelajaran hidup dan kebijaksanaan dalam kepemimpinan yang luar biasa bagi kami. Apakah ada buku Bung Karno yang bisa saya baca?" tanya Sheikh Khaled.

Beri Hadiah

Mendengar hal tersebut, Putra Megawati yang juga Ketua DPP PDIP, Prananda Prabowo menyerahkan sebuah buku berjudul 'Api Islam Bung Karno' yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Adapun, buku itu bersampul merah-putih khas Bendera Indonesia serta wajah Bung Karno pada sisi kiri atas. Terdapat pula tulisan berbahasa Arab dan Indonesia dalam sampul buku tersebut.

Sheikh Khaled kemudian meminta Prananda Prabowo untuk duduk berdampingan dengannya untuk menjelaskan soal buku tersebut.

Prananda pun menerangkan esensi dari pemikiran Bung Karno dalam buku tersebut, yang menekankan pada semangat progresif dalam beragama.

"Api Islam Bung Karno pada hakikatnya ingin menegaskan Islam adalah agama yang hidup, bergerak, dinamis, dan berkemajuan. Islam harus digali apinya, bukan abunya," tegas Prananda Prabowo.

Sheikh Khaled menyambut hangat hadiah tersebut dan mengapresiasi langkah Prananda memperkenalkan pemikiran intelektual Bung Karno ke dunia Arab.

"Terima kasih atas hadiah buku yang sangat berharga ini. Saya akan baca untuk menyelami pemikiran Bung Karno," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6