Liputan6.com, Jakarta - Kasus kematian YBS, bocah 10 tahun di Ngada NTT yang tewas gantung diri usai minta dibelikan buku dan pena namun tidak dikabulkan, membuat miris banyak orang.Â
Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Rudi Darmoko mengungkapkan, Polda NTT telah mengerahkan tim psikolog dan konselor untuk mendampingi keluarga korban pelajar SD di Kabupaten Ngada, yang tewas gantung diri.
Hal itu diharapkan untuk membantu meringankan kesulitan yang dialami oleh keluarga. Sebab, berdasarkan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), motifnya karena tidak dibelikan buku dan pulpen.
Advertisement
"Untuk sementara dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP itu demikian (tak dibelikan buku dan pulpen)," katanya.
Ia menjelaskan Polda NTT juga telah memerintahkan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, untuk mengunjungi kediaman korban untuk memberikan santunan dan melakukan pendampingan psikologi kepada keluarga yang tengah berduka.
"Pak Kapolres Ngada juga sudah saya perintahkan ke lokasi (rumah duka) untuk memberikan santunan dan pendampingan psikologi," jelas Rudi.
Ia mengaku kabar siswa kelas IV sekolah dasar (SD) bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, sudah tembus ke Istana Negara.
"Ini sangat-sangat atensi karena kasusnya sudah sampai ke istana negara," tandasnya.
Terkait kasus kematian YBS, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat dihubungi tim Liputan6.com, Rabu (4/2/2026) mengatakan, kasus ini menunjukkan bahwa memang masih ada persoalan kemiskinan yg mendera sebagian keluarga Indonesia. Dan ini berakibat pd beban psikologis anak.
"Karena itu pemerintah sedang menggalakkan soal Sekolah Rakyat (SR) agar tak ada lagi kasus-kasus serupa terjadi lagi di Indonesia," katanya.
Dengan dibangunnya SR maka anak-anak dari keluarga miskin ekstrem sedang dintegrasikan dengan sistem sekolah dan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai.
"Pemda setempat harus segera turun tangan dan pemerintah pusat akan terus mengatasi persoalan sistemik kemiskinan dan juga kesehatan mental anak-anak agar tak melakukan hal-hal serupa," katanya.
Atas kasus yang menimpa bocah SD di Ngada, Budiman secara pribadi mengaku minta maaf karena proses ini (sekolah rakyat) belum sepenuhnya menyentuh tiap anak dari keluarga miskin ekstrem.
Tapi bapak Presiden mengatakan bahwa pendirian SR-SR ini harus diintegrasikan dengan perumahan rakyat dan jejaring ekosisitem pemberdayaan ekonomi. Semuanya sedang dikerjakan," katanya.
Budiman juga meminta pemda Kabupaten Ngada untuk segera melakukan segala upaya untuk memulihkan ekonomi serta kondisi psikologis mereka.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah berinisial YBS (10), ditemukan tewas tergantung setelah sempat meminta dibelikan buku dan pena kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya.
Peristiwa ini menyisakan luka batin yang luar biasa bagi keluarga dan warga tempat tinggalnya, Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu.
Bernardus H Tage, Camat Jerebuu, mengatakan, berdasarkan pengakuan para tetangga, YBS adalah anak baik, jarang terlihat sedih, dan juga rajin belajar meski secara perekonomian sangat kekurangan.
Ia juga dikenal cerdas dan ramah di sekolahnya.
Sehari sebelumnya, YBS menginap di rumah ibunya. Saat itulah dia sempat minta uang untuk membeli buku serta pena.
"Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan," ujarnya.
Â
Tinggal Bersama Nenek 80 Tahun
Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Sementara ibu dan bapaknya tinggal di kampung sebelah bersama lima saudaranya.
"Dia jarang mendapat kasih sayang, karena dia merupakan anak dari suami ketiga ibunya," jelasnya..
Dia menjelaskan, YBS ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis siang oleh warga setempat yang kebetulan tengah mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban.
Kamis paginya, kata Tage, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah. Padahal pagi itu ia seharusnya bersekolah.
Sementara MGT (47), ibu korban yang, menuturkan, pada malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah bersamanya. Keesokan paginya, korban dititipkan ke tukang ojek dengan tujuan pondok neneknya, sekitar pukul 06.00 Wita.
Ibu korban sempat memberikan nasihat terakhir kepada korban agar rajin bersekolah. Ibunya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan. Saat ini memperoleh uang memang tidak mudah.
Surat untuk Ibu
Setelah ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada juga mengonfirmasi menemukan secarik kertas bertulis tangan memakai bahasa daerah setempat. Isinya adalah surat perpisahan YBS kepada sang ibu dan keluarga.
KERTAS TII MAMA RETI
MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA
MAMA JAO GALO MATAMAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA
yang artinya :
SURAT BUAT MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULU MAMA RELAKAN SAYA PERGI JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA
SELAMAT TINGGAL MAMA
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/50717/original/027676700_1521009097-cropped-19290640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412428/original/083035900_1479733425-Budiman_Sudjatmiko.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260082/original/051433200_1781546139-Suasana_Demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260083/original/020996700_1781547406-Screenshot_2026-06-15_235101.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260067/original/043473700_1781543384-Screenshot_2026-06-15_235828.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529574/original/044686300_1773372000-Budiman_Sudjatmiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095955/original/040234400_1736957572-IMG_6553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458914/original/086559600_1767112256-WhatsApp_Image_2025-12-30_at_23.18.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489423/original/063719600_1769859359-1000328194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)