Liputan6.com, Jakarta - Ruas jalan strategis yang menghubungkan kawasan Cilodong, Cimanggis, Sukmajaya, dan Tapos menuju pusat Kota Depok maupun ke arah Jakarta melalui Jalan Raya Bogor, membahayakan pengguna jalan. Lubang besar, aspal terkelupas, dan genangan air yang menutup lubang jalan.
Kerusakan yang dibiarkan ini tak lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara.
Pantauan liputan6.com, kerusakan Jalan Tole Iskandar bukan hanya terjadi di satu titik. Di beberapa ruas, lubang jalan tampak saling menyambung, memaksa pengendara bermanuver ekstrem untuk menghindarinya.
Advertisement
Kondisinya makin berbahaya ketika hujan turun. Genangan air menutupi lubang sehingga sulit diperkirakan kedalamannya. Kondisi yang memaksa pengendara bermanuver mendadak, memperlambat laju, atau mengambil risiko melaju di sisi jalan yang sama-sama rusak. Bagi pengendara roda dua, ini lintasan penuh kewaspadaan.
Riky (46), seorang pengendara motor yang setiap hari melintasi Jalan Tole Iskandar, sudah lelah mengeluhkan kondisi jalan. Namun perbaikan yang dilakukan belum menyentuh akar masalah.
"Ini jalan rusak itu bekas galian pipa, pernah ditambal, tapi cuma sebentar. Apalagi musim hujan kaya gini, gampang rusak lagi. Jadi kayak tambal sulam doang,” katanya.
"Mending kalau bahan tambal sulam nya bagus, ini keliatannya cuma ala kadarnya yang penting beres," sambungnya.
Riky melihat, lubang-lubang di Jalan Tole Iskandar seolah berpindah bentuk dan lokasi. Karena tambalan aspal yang cepat rusak dan kembali terkelupas.
Warga sekitar Jalan Tole Iskandar terbiasa mendengar suara kendaraan yang menghantam lubang. Terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Seperti diceritakan Udin (35), warga yang tinggal tak jauh dari Jalan Tole Iskandar. Menurutnya, suara motor atau mobil menghantam lubang kerap terdengar, terutama saat hujan deras.
“Sering dengar suara hantaman motor lewat lubang, tapi ya gitu, orang cuma berhenti sebentar, terus jalan lagi,” kata Udin, warga sekitar.
Kondisi paling berbahaya justru terjadi saat hujan deras atau malam hari, karena minimnya lampu penerangan jalan.
"Kalau hujan itu parah. Kita nggak bisa nebak lubangnya sedalam apa. Malam juga sama, lampu jalan nggak semua nyala,” ujarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490754/original/033366300_1770023373-jalan_tole_iskandar_berlubang.jpg)
Pengendara Bertaruh Nyawa
Sebagai salah satu jalur utama di Depok, Jalan Tole Iskandar sulit dihindari. Banyak pengendara, terutama pengemudi ojek daring dan pekerja harian, tetap harus melintas meski menyadari risikonya.
Kerusakan jalan di ruas tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi sudah memakan korban. Kecelakaan kerap terjadi ketika seorang pengendara motor berusaha menghindari lubang jalan yang rusak.
Manuver mendadak membuat motor oleng dan masuk ke kolong sebuah truk kontainer yang melintas. Pengendara tersebut dilaporkan mengalami luka kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Kemarin Jumat malam, ada kecelakaan. Pengendara motor mau nyalip sama ngindarin lubang, tapi karena jalannya rusak dan berpasir ya, motornya oleng, terus masuk ke kolong kontainer. Korbannya sampai kritis, langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Udin.
Warga dan pengendara berharap perbaikan Jalan Tole Iskandar tidak lagi bersifat sementara. Mereka menilai, perbaikan menyeluruh jauh lebih dibutuhkan ketimbang tambal sulam yang cepat rusak.
“Kita cuma pengen jalan yang aman. Bukan cuma buat pengendara, tapi juga buat semua orang yang lewat,” harap Udin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490755/original/010500300_1770023374-Jalan_tole_iskandar_rusak.jpg)
Advertisement
Keluh Kesah di Media Sosial
Keluhan demi keluhan juga tumpah ruah di media sosial. Warganet menyuarakan keresahan mereka, bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan kekhawatiran akan keselamatan nyawa yang kian dipertaruhkan di jalur vital tersebut.
“Ini Jalan Raya Bogor ngeri banget, banyak makan korban, gak ada itikad buat benerin dengan benar biar gak berlobang lagi, berlobang lagi,” tulis akun Instagram @nanangprht, menggambarkan rasa frustrasi yang kian menumpuk.
Mereka juga menyoroti kerusakan jalan bukan terjadi di satu titik saja. Ruas panjang Jalan Raya Bogor dipenuhi lubang dengan ukuran dan kedalaman yang beragam.
“Dari mulai persimpangan Pekapuran sampai persimpangan Cilangkap, jalanan banyak banget berlubang, bahkan udah ada yang lebar dan dalam, masa diperbaikinya nunggu dulu banyak kejadian orang celaka dan viral baru gercep pembenahan jalanan, dan aneh nya setiap di tambal jalanan cuma di siram aspal sama batu krikil saja iya lah enggak bakalan awet, kena air hujan aja langsung ancur apalagi ini jalur utama banyak mobil besar luar kota lewat,” tulis akun @hestika.v dengan nada kecewa.
Keluhan tersebut mencerminkan kekecewaan warga terhadap pola perbaikan jalan yang dinilai hanya bersifat tambal sulam, tanpa solusi jangka panjang. Tambalan aspal yang tipis dan cepat rusak justru melahirkan lubang-lubang baru yang lebih berbahaya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904844/original/ACg8ocLsPSFJsikb0nC1tC3mkI2AaP_f9ycFUDbLnmR4tfJ9q6O8RcDm%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490753/original/052724800_1770023372-jalan_tole_iskandar_diperbaiki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884474/original/ACg8ocIVTLofSOnSx3v8CnmrqYqrSv2NM36rW_r4-0PmsiRM22XJWEms%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395859/original/028021300_1782276779-b8394fca-7ce5-4ab2-a9e8-dabda8a2b75e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8124477/original/037424000_1780975875-Jalan_Amblas_Jaktim.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7660040/original/046727000_1780453477-1000775495.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5667803/original/043852200_1778384641-IMG_1229.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4415516/original/060629900_1683202129-pexels-matheus-bertelli-8533837_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952747/original/069113000_1727251533-5fddc7e8-163c-4dcc-9f82-641347513bc6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579497/original/010292200_1778053447-Pemkab_Bekasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566317/original/032340300_1777174418-photo_2026-04-25_17-08-48.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562795/original/096347300_1776840065-IMG_3793.jpeg)