Pramono Bicara soal Upaya Tangani Banjir Jakarta: Ada yang Senang, Ada yang Enggak

Kepada Pramono, Gubernur Lemhannas sempat melempar guyonan soal politikus PDIP itu yang tak mendapat serangan soal penanganan banjir Jakarta.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 17:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Pramono diguyoni Gubernur Lemhannas soal penanganan banjir Jakarta.
  • Pramono akui kebijakan penanganan banjir selalu ada pro dan kontra.
  • Pemprov DKI serius tangani banjir, gunakan OMC hingga 1 Februari 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendapat guyonan dari Gubernur Lemhannas RI terkait penanganan banjir di ibu kota. Menurut Pramono, Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, sempat bercanda menanyakan kenapa Pramono tidak diserang saat banjir melanda Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Pramono dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov DKI dan Lemhannas RI di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/1/2026).

"Tadi di ruang tunggu, Pak Gubernur Lemhannas bercanda sama saya. Ini Jakarta banjir, kenapa kok Mas Pram enggak diserang gitu?" kata Pramono.

Tak Semua Kebijakan Disenangi

Ia menjawab santai candaan Gubernur Lemhanas Ace tersebut. Pramono bilang, setiap langkah dan kebijakan penanganan banjir yang diambilnya tetap masih ada yang tidak menyukainya.

"Saya bilang, apa yang saya lakukan tentunya ada yang senang, ada yang enggak senang. Enggak apa-apa," ujar Pramono.

Ia menegaskan bahwa candaan tersebut lantas mengurangi seriusnya upaya Pemprov DKI dalam menangani banjir. Pramono menekankan semua langkah, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai solusi jangka pendek.

"Yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik. Dan soal OMC, enggak semua orang senang, tapi yang penting program ini berjalan dan memberi manfaat," jelas dia.

Diketahui dalam menghadapi cuaca ekstrem yang melanda Jakarta pada awal 2026 ini, Pramono memilih melakukan OMC. Melihat perkembangan cuaca ekstrem, pelaksanaan OMC diperpanjang hingga 1 Februari 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6