Kemenhut Perkuat Patroli Pencegahan Karhutla di Wilayah Rawan Sumatera

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menerjunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan operasi pemadaman intensif terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengerahkan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan sebagian wilayah Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Muidi Banyuasin rawan karhutla, karena peningkatan titik panas dan potensi kekeringan pada musim kemarau.

"Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan saat ini sudah dimulai operasi patroli pencegahan di Riau. Patroli ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi sehingga informasi lapangan terutama dari masyarakat akan lebih cepat sehingga mempercepat respons apabila ada kejadian. Kemudian untuk cek kondisi bahan bakaran, potensi sumber air dan isu terkait karhutla di masyarakat," kata dia, dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Dia menjelaskan. upayanya pemadam intensif, Manggala Agni dan para pihak di beberapa lokasi telah berhasil dipadamkan, yaitu di Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dengan luas karhutla 4,5 hektare.

Kebakaran di lahan seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kabupaten Siak, Riau juga telah berhasil dipadamkan. Hingga saat ini, Tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kabupaten Palalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti dan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Sinergi Pemadaman Lintas Provinsi dan Komitmen Gerak Cepat

Tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat masih berupaya memadamkan karhutlah di Desa Suak Raya dan Suak NIE, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Manggala Agni Sumatera III/Labuhan Batu saat ini dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran di Panai Tengah, Kabupaten Batu dan Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera berkomitmen untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk segera menuntaskan pemadaman karhutla," demikian Ferdian Krisnanto.

Komitmen gerak cepat ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi cuaca yang kian kering serta potensi eskalasi titik panas yang dapat meluas dalam hitungan jam jika tidak segera dimitigasi. 

Sinergitas lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini, di mana personel Manggala Agni bahu-membahu dengan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk membentuk benteng pertahanan yang solid di lapangan. 

Upaya pemadaman darat yang spartan ini tidak hanya difokuskan pada pemadaman api permukaan, tetapi juga mencakup pembasahan mendalam pada lahan gambut untuk mencegah kebakaran berulang, sembari memastikan dampak kabut asap dapat ditekan seminimal mungkin demi menjaga kesehatan masyarakat luas dan kelestarian ekosistem hutan Sumatera.

Eskalasi Karhutla Aceh Barat dan Tantangan Pemadaman Darat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa hingga Senin (26/1), luas kebakaran lahan di wilayah tersebut telah meluas secara signifikan hingga mencapai angka 19 hektare yang tersebar di berbagai titik lokasi. 

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, merinci bahwa konsentrasi api terbesar teridentifikasi di Desa Suak Raya dengan luas 7,5 hektare, disusul Desa Ujong Beurasok seluas 4,5 hektare, dan Desa Suak Nie mencapai 3 hektare, sementara titik api lainnya tersebar di Desa Aron Baroh, Peulanteue, Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, hingga Blang Luah. 

Operasi pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan kini menghadapi tantangan berat di lapangan berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian serta hembusan angin kencang yang memicu api cepat menjalar. 

Guna menanggulangi kendala tersebut dan mencegah api merambat ke permukiman warga, tim gabungan telah mengerahkan sejumlah peralatan taktis, termasuk dua unit drone untuk pemantauan udara, mobil pemadam, mesin pompa air portabel, hingga unit ATV untuk menjangkau medan sulit, dengan fokus utama memastikan pengendalian api dapat tuntas sepenuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6