Pembersihan Sampah Dipercepat Ditangani Pemkot Jakbar di Wilayah Terdampak Banjir

Pemkot melakukan pembersihan sampah pascabanjir di sejumlah wilayah, termasuk Rawa Buaya, serta mengerahkan truk pengangkut.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembersihan sampah dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) dalam penanganan pascabanjir di sejumlah wilayah terdampak.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, penanganan pascagenangan difokuskan pada pengelolaan sampah. Selain berasal dari permukiman warga, sampah juga merupakan kiriman dari wilayah lain yang terbawa aliran sungai saat banjir.

"Hari ini, saya memantau di Kali Sepak, dan menemukan banyak limbah furnitur seperti kursi yang terbawa arus. Sejak hari Minggu, setelah memastikan debit air surut, kami langsung bergerak cepat," ujar Mutmainnah, dilansir Liputan6.com laman resmi Jakarta Barat www.barat.jakarta.go.id, Selasa (27/1/2026).

"Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudis LH) sebagai sektor utama, dibantu unsur lainnya dan masyarakat mengangkut sampah dari pemukiman," sambung dia.

Ia mengatakan pihaknya telah meminta Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat untuk menurunkan sejumlah truk pengangkut sampah di beberapa titik lokasi terdampak banjir. 

Langkah tersebut dilakukan agar sampah yang menumpuk dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi lingkungan.

"Karena armada truk sampah tidak dapat menjangkau seluruh gang sempit di permukiman, pihaknya mengambil kebijakan untuk mengumpulkan sampah di titik-titik tertentu agar memudahkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," kata Iin.

Pengumpulan sampah di titik-titik tertentu dilakukan sebagai solusi atas keterbatasan akses kendaraan di kawasan permukiman. Dengan cara tersebut, proses pengangkutan ke TPA dapat berjalan lebih tertib.

Sampah Pascabanjir Ditangani

Penanganan sampah pascabanjir masih berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah Jakarta Barat. Di kawasan Rawa Buaya, proses pengangkutan sampah mulai menunjukkan hasil dengan dikerahkannya sejumlah truk.

Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 20 truk sampah berhasil diangkut dari wilayah tersebut. Sisa tumpukan sampah yang masih ada ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar kondisi lingkungan kembali bersih dan aman bagi warga.

"Saya sudah perintahkan, jika armada Sudis LH terbatas, sudis lain yang memiliki truk agar membantu. Tidak boleh ada sampah tersisa, wilayah harus kembali bersih," ucap Iin.

Selain fokus pada pengangkutan, Pemkot Jakarta Barat juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir. Penanganan sampah dinilai tidak akan optimal tanpa dukungan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Iin mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena sampah menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir.

"Saya mengimbau warga Jakarta Barat untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya, mengelola sampah rumah tangga, bahkan menjadikannya pupuk organik," terang Iin.

Tekankan Edukasi Warga

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan Wali Kota Jakarta Barat untuk menindaklanjuti persoalan sampah secara menyeluruh pascabanjir. Instruksi tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat.

Pramono menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan utama, terutama di kawasan padat penduduk. Ia menegaskan perlunya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

"Masalah utama bagi saya adalah jangan sampai di wilayah yang sudah padat ini,masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Tadi saat masuk, kita melihat tumpukan sampah," ujar Pramono Anung.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Pramono memerintahkan Wali Kota Jakarta Barat agar meningkatkan sosialisasi kepada warga. Upaya ini dinilai penting guna menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan aliran sungai.

Pramono juga meminta agar dibuat aturan yang lebih tegas untuk mencegah warga membuang sampah ke sungai, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan Cengkareng Drain, karena dapat mengganggu aliran sungai dan memicu banjir.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6