Lula Lahfah Meninggal, Polisi Telusuri CCTV hingga Tunggu Hasil Visum

Polisi masih menunggu hasil visum terkait meninggalnya Lula Lahfah (26) di Apartemen Essence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Termasuk tengah mengumpulkan dan menganalisis rekaman CCTV untuk penyelidikan.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 10:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih menunggu hasil visum terkait meninggalnya Lula Lahfah (26) yang ditemukan tidak bernyawa di Apartemen Essence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga kini, penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah menyebut, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Lula Lahfah sebelum menerima keterangan resmi dari dokter Rumah Sakit Fatmawati.

"Hari Senin baru ada hasil dari visum sementaranya mereka, rekam medis lah jatuhnya karena kan autopsi tidak dilaksanakan," kata dia dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Pihak keluarga Lula Lahfah sendiri memilih untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah almarhumah. Sejauh ini, pemeriksaan medis yang dijalani korban mengacu pada rekam medis rumah sakit.

Iskandar menyampaikan, penentuan penyebab kematian sepenuhnya kewenangan dokter. "Kalau dari kita kan nggak bisa mastiin kalau terkait kondisi kesehatan," ujarnya.

Dia menyebut, dari keterangan awal medis menyatakan bahwa Lula Lahfah mengalami henti napas. Namun, penyebab dari kondisi henti napas tersebut masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.

"Nanti dokter yang menjelaskan hasilnya di hari Senin itu dari rumah sakit Fatmawati. Karena kan beredar banyak dokter-dokter lain tuh, tapi kan faktanya kita ke rumah sakit Fatmawati, korban dibawa dan dari sana yang bisa ngasih keterangannya," ucap dia.

 

Telusuri CCTV

Meski ada dugaan korban meninggal karena sakit, Iskandar menegaskan penyelidikan tetap berjalan. Dia menyebut, pihaknya masih mengumpulkan dan menganalisis rekaman CCTV untuk menyusun urutan waktu, dari sebelum korban ditemukan meninggal di dalam kamar apartemen.

"Iya masih kita analisa cctv terkait timeline kejadiannya. Kita lagi urutin timeline nya," terang dia.

Sejumlah saksi pun sudah dimintai keterangan, antara lain asisten rumah tangga, sopir, dan petugas keamanan apartemen.

"Baru itu saja karena mereka yang menginfokan ke kita juga," ucap Iskandar.

Sebelumnya, Lula Lahfah (26) ditemukan meninggal dunia di kamar Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban ditemukan di unit lantai 25 BN, Jumat, 23 januari 2026 sore.

Meninggalnya korban pertama kali diketahui setelah petugas keamanan apartemen menerima laporan sekitar pukul 18.44 WIB. Polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Ditemukan dalam posisi tidur terlentang berselimut dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek warna hitam," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu, 24 Januari 2026.

 

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Adapun dalam pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ujar dia.

Muodih mengulas keterangan saksi, bahwa korban berada sendirian di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci sejak siang hari. Pembantu korban kemudian curiga lantaran Lula Lahfah tidak memberikan respons, dan meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu.

"Setelah masuk beserta pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan atau bergerak," ucap dia.

Dokter pribadi korban datang sekitar pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB untuk keperluan visum.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6