Laporan Liputan6.com dari London: Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru Berstandar Internasional untuk Atasi Kekurangan Dokter

Prabowo mengatakan Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 06:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo berencana bangun 10 universitas baru fokus medis dan sains di Indonesia.
  • Indonesia kekurangan 140 ribu dokter, hanya hasilkan 9 ribu per tahun.
  • Universitas baru berstandar internasional, beasiswa penuh, dan mulai terima mahasiswa 2028.

Liputan6.com, London- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan perwakilan sejumlah universitas termuka Inggris di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026). Prabowo menyampaikan rencananya membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.

Menurut dia, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Prabowo mengatakan Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.

"Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," jelas Prabowo dalam forum di Lancaster House yang turut dihadiri reporter Liputan6.com, Lizsa Egeham.

Dia pun mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Prabowo ingin pendidikan di Indonesia dapat sederajat dengan kampus-kampus terbaik dunia.

"Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gadjah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," tuturnya.

"Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," sambung Prabowo.

 

Dibangun dengan Standar Internasional

Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," ujar Prabowo.

Dia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah. Para mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan.

Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS. Di sisi lain, Prabowo menekankan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra.

Prabowo meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Prabowo juga optimistis bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 mendatang.

"Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia," pungkas Prabowo.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6