Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said Jaksel Mulai Dibongkar, Pemprov DKI Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) rampung dikerjakan pada September 2026.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) rampung dikerjakan pada September 2026.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, seluruh proses pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan Jalan Rasuna Said dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalan utama Jakarta tersebut.

"Bahwa ini pengerjaannya akan dilakukan malam hari ya. Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tidak macet. Karena ini jalan utama kita," ujar Pramono di sekitar Stasiun LRT Setiabudi, Jaksel, Rabu (14/1/2026).

Ada pun penataan kawasan di Jalan HR Rasuna Said meliputi, pembongkaran 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama lebih dari dua dekade, sekaligus penataan ulang jalan.

Pramono menjelaskan, anggaran yang dikucurkan oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp102 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk penataan kawasan tersebut secara menyeluruh, bukan hanya pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak.

"Jadi penataannya yang dibuat adalah penataan dibuat jalan, kemudian saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada. Sehingga Rp102 miliar itu untuk kebutuhan tersebut. Dan itu sudah dikaji secara mendalam," tegas Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan atau Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, proses penataan ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan atau hingga September 2026.

 

Pembongkaran Tanpa Penutupan Jalan

Syafrin menyebut, proses pembongkaran tiang monorel dilakukan tanpa adanya penutupan jalan. Pekerjaan akan dilakukan pada malam hari pada pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WB, dengan skema pemotongan satu kolom tiang monorel per malam.

"Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama tidak ada penutupan jalan. Dan karena pekerjaannya itu pada malam hari, dan sesuai rencana bahwa nantinya akan ada pemotongan tiang, itu rencana satu tiang satu malam," kata Syafrin.

Menurutnya, penutupan hanya dilakukan secara bertahap pada lajur lambat dengan sistem staging, sementara arus kendaraan tetap akan berjalan.

"Untuk lajur lambatnya, jalur lambatnya ini akan dilakukan penutupan secara staging. Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya. Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya," tutup Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno resmi mulai membongkar tiang monorel mangkrak di median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (14/1/2026).

 

Dua Dekade Mangkrak, Pramono Resmi Bongkar Deretan Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said

Berdasarkan pantauan, pembongkaran dilakukan mulai dari tiang monorel yang berada di sekitar Stasiun LRT Setiabudi, Sisi Timur yang berada tak jauh dari gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pembongkaran proyek mangkrak hampir dua dekade itu juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2002 dan periode 2002-2007 Sutiyoso yang ikut mengagas proyek monorel tersebut pada 2003 sebagai solusi kemacetan ibu kota.

Secara simbolis, nampak struktur kolom beton dengan pancang-pancang besi tulangan yang berdiri vertikal itu dipotong dengan mesin elektrik oleh petugas dari Suku Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Nantinya deretan tiang monorel bakal dibongkar pada malam hari mulai pukul 23.00-05.00 WIB guna mencegah kemacetan di Jalan HR Rasuna Said. Proses pembongkaran 109 tiang di Jalan HR Rasuna Said ditargetkan selesai pada September 2026.

Di sekitar lokasi pembongkaran juga terlihat petugas Dishub DKI sudah berjaga dan mengatur lalu lintas. Kemudian, juga terdapat satu mobil Dishub yang digunakan sebagai penunjuk jalan bagi kendaraan yang melintas.

Situasi lalu lintas di jalan Rasuna Said arah Gatot Subroto juga terpantau ramai lancar, meskipun salah satu jalur lambatnya ditutup sementara.

Usai rampung dibongkar, kawasan Jalan HR Rasuna Said akan ditata untuk meningkatkan keindahan kota, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mengurangi kemacetan, serta untuk meningkatkan aksesibilitas bagi pejalan kaki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6