Pramono Tegaskan Tarif Transjakarta Masih Rp 3.500, Belum Ada Keputusan Naik

Subsidi Transjakarta pada 2026 dalam APBD murni disepakati sebesar Rp 3,7 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp 4,1 triliun.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI belum putuskan kenaikan tarif Transjakarta, akan diumumkan nanti.
  • Subsidi Transjakarta 2026 turun jadi Rp 3,7 triliun, lebih rendah dari 2025.
  • Kekurangan Rp 1,1 triliun akan ditutup APBD Perubahan untuk jaga layanan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa pihaknya belum menentukan penetapan kenaikan tarif Transjakarta.

"Untuk hal yang berkaitan dengan Transjakarta, kan belum ada pembahasan secara khusus mengenai naik atau tidak naik," ujar Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1) seperti dilansir Antara.

Pramono menuturkan, penetapan naik atau tidak naiknya tarif bus dari Rp3.500, akan diumumkan nantinya.

"Sedangkan untuk tarif transportasi, terutama Transjakarta, pada saatnya saya akan umumkan sendiri," ujar dia.

 

Subsidi Turun

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga bahwa menyebut subsidi Transjakarta pada 2026 dalam APBD murni disepakati sebesar Rp 3,7 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp 4,1 triliun.

Padahal, untuk mempertahankan tingkat layanan yang sama dengan 2025, dibutuhkan anggaran sekitar Rp4,8 triliun.

“Kalau anggarannya hanya Rp3,7 triliun, maka ada dua pilihan, layanannya turun atau layanannya berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan,” katanya pada Kamis (8/1).

“Selisih anggaran sekitar Rp 1,1 triliun akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, sehingga layanan Transjakarta tetap sama dengan 2025 sampai akhir tahun,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6