Titik-titik Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Usai Tersapu Banjir Bandang

Dusun dan desa yang hilang tersebar di tujuh kabupaten di Aceh.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir bandang dan longsor menyebabkan banyak desa/dusun di Aceh hilang.
  • Pemukiman lenyap dan tidak dapat dihuni di tujuh kabupaten terdampak.
  • Pemerintah siapkan relokasi dan hunian sementara bagi korban.

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh menyebabkan beberapa desa dan dusun hilang. Desa dan dusun yang hilang tersebar di beberapa kabupaten.

"Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh dan DPMK kabupaten, banyak pemukiman lenyap akibat terseret arus banjir dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni," kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Selasa (6/1/2025).

Mengacu data, desa dan dusun terdampak tersebar di tujuh kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.

Daftar Desa dan Dusun yang Hilang

Murthala merinci, di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk wilayah Kecamatan Sekerak, desa dan dusun yang hilang yakni Desa Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang. Seluruh penduduknya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat.

Kemudian di Aceh Utara, di Kecamatan Sawang dan Langkahan satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Nagan Raya, yakni di Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak, di mana Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan parah hingga sebagian besar permukiman tidak tersisa.

Di wilayah Aceh Tengah, di Kecamatan Ketol dan Bintang, Desa Bintang Pupara dan Kalasegi dilaporkan hanya menyisakan beberapa rumah dengan kondisi rusak berat. Penduduknya saat ini masih mengungsi.

Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak cukup banyak. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.

Lalu di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, di mana satu dusun dinyatakan hilang. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, Kecamatan Meureudu, satu dusun di Desa Blang Awe juga mengalami kondisi yang sama.

Pemerintahan Desa yang Wilayahnya Hilang Kini Tak Bisa Beraktivitas lagi

Murthala mengatakan, akibat bencana ini pemerintahan desa di wilayah terdampak tidak dapat menjalankan aktivitas pemerintahan secara normal karena seluruh perangkat desa ikut mengungsi bersama masyarakat.

Dia menegaskan, pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan.

"Termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal," ujar Murthalamuddin. Demikian dikutip dari Antara.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6