Antisipasi Lonjakan Saat Libur Nataru, 7 Rest Area Tol Trans Jawa jadi Titik Srategis Pengelolaan Sampah

Menteri LH sekaligus Kepala BPLH Hanif Faisol melakukan peninjauan terhadap tujuh titik rest area strategis sepanjang Tol Trans Jawa selama Nataru 2025-2026 guna menciptakan budaya lingkungan hijau.

Diterbitkan 29 Desember 2025, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau pengelolaan sampah di tujuh titik rest area Tol Trans Jawa selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Di antaranya Rest Area KM57A, 88B, 102A, 166A,  228A, 287A, dan Rest Area 379A. 

Upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan sampah selama liburan berlangsung. Peninjauan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah di pusat aktivitas publik.

Hanif menegaskan bahwa penerapan peraturan tertulis ini agar dapat dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab para pengelola kawasan.

"Kami memohon kepada para pengelola kawasan, dalam hal ini tempat istirahat dan pelayanan, untuk menjadi simpul budaya penanganan sampah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pengelola kawasan wajib mengelola sampahnya sendiri sampai tuntas," ujar Hanif dilansir Liputan6.com dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup (Kementerian LH) www.kemenlh.go.id, Senin (29/12/2025).

Dia menjelaskan, erdapat beberapa upaya yang dilakukan, di antaranya memastikan ketersediaan fasilitas pemilahan, sistem pengangkutan berkala, dan penguatan koordinasi lintas sektor antara pengelola jalan tol dengan pemerintah daerah. 

Selain itu, kata Hanif, BPLH juga melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja pengelolaan sampah di setiap kawasan.  Ia tidak akan segan memberikan sanksi hukum bagi siapa saja yang melanggar.

"Kami menerapkan sanksi paksaan pemerintah kepada rest area yang belum memenuhi kewajiban fasilitas pengolahan sampah, dengan batas waktu paling lama enam bulan," terang Hanif.

Presentase Mobilitas Masyarakat Selama Periode Nataru 2025-2026

Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) telah melakukan survei selama periode Nataru 2025-2026.

Hasil menunjukkan terdapat 119,5 juta orang yang melakukan pergerakan selama periode tersebut, atau setara dengan 42,01% dari total populasi Indonesia. Angka ini menampilkan adanya lonjakan sebanyak 2,71% dibandingkan tahun lalu. 

Meningkatnya mobilitas tersebut berpotensi menimbulkan tambahan sampah mencapai 59.000 ton dalam rentang waktu dua minggu, terutama dari penggunaan barang dan kemasan sekali pakai di ruang publik seperti rest area dan fasilitas perjalanan darat lainnya.

Oleh karena itu, peninjauan kawasan mengutamakan kewajiban fasilitas pengolahan sampah difokuskan pada lokasi-lokasi tersebut.

Kebijakan ini dinilai efektif untuk menciptakan rest area menjadi titik strategis dalam mewujudkan budaya yang lebih baik. Sehingga masyarakat dapat merayakan liburan dengan nyaman, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Penjualan Tiket KA saat Nataru Sentuh 3,3 Juta dari 3,5 Juta Kursi

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 3.387.330 tiket hingga Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.

Dalam keterangan PT KAI, penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2.838.398 tiket, atau 102,8 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 548.932 tiket, setara 73,7 persen dari total 745.056 tempat duduk.

Okupansi kereta api jarak jauh yang melebihi angka 100 persen, hal ini disebabkan ada penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.

Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru.

Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6