Pramono Ajak Umat Kristiani Rayakan Natal dengan Hati Penuh Empati dan Doa ke Korban Bencana

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di Jakarta dalam rangka monitoring malam Natal 2025.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 20:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono memonitor malam Natal, menyampaikan pesan kebersamaan dan kedamaian.
  • Pramono mengajak jemaat Natal untuk berempati dan mendoakan korban bencana.
  • Ia berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di Jakarta dalam rangka monitoring malam Natal 2025.

Kepada jemaat gereja yang sedang beribadah malam Natal, Pramono menyampaikan pesan kebersamaan dan empati terhadap sesama.

Ia mengaku merasakan suasana menenangkan dan penuh keberkahan selama berkeliling ke sejumlah gereja di Jakarta. Pramono menyebut kunjungannya diawali dari Gereja Katedral Jakarta dan berakhir di Gereja Keluarga Kudus Rawamangun, Jakarta Timur.

"Setiap kali berada di tengah umat yang merayakan Natal, saya merasakan kegembiraan sekaligus kesejukan. Malam ini terasa sangat istimewa karena kebersamaan yang hangat ini," ujar Pramono di hadapan jemaat Gereja Keluarga Kudus, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/12/2025) malam.

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pramono menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Ia berharap perayaan Natal 2025 membawa kedamaian, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh jemaat dan masyarakat Jakarta.

"Semoga Natal tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menghadirkan damai bagi kita semua. Mari kita sambut Natal dengan hati yang gembira dan penuh syukur," ucap dia.

Meski mengajak umat menyambut Natal dengan penuh sukacita, Pramono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesederhanaan.

 

Ingatkan Tak Lupakan Mereka yang Terkena Bencana

Pramono mengajak seluruh jemaat untuk tidak melupakan saudara-saudara sebangsa yang tengah tertimpa bencana di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Di tengah kegembiraan Natal, ada saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh bencana. Karena itu, mari kita rayakan Natal dengan hati yang penuh empati dan doa, agar mereka diberikan kekuatan, kemudahan, dan keselamatan," terang dia.

Lebih lanjut, Pramono juga menegaskan soal komitmennya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi pemimpin bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama, etnis, maupun kelompok sosial.

Menurutnya, prinsip itu merupakan fondasi utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di kota besar seperti Jakarta.

"Kerukunan yang kita rawat bersama inilah yang membuat Jakarta hidup. Saya berharap Jakarta bisa menjadi contoh bahwa perbedaan bukan sumber perpecahan, melainkan sumber kekuatan," kata Pramono.

Ia menilai, harmoni antarumat beragama merupakan modal penting bagi Indonesia untuk tumbuh sebagai bangsa yang besar, maju, dan dihormati di dunia internasional.

Pramono optimistis Jakarta dapat menjadi role model kehidupan toleransi bagi kota-kota lain, bahkan bagi negara lain.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6