Sandiaga Uno Buka Lapangan Kerja, Beri Pelatihan Ajari Ibu-Ibu Bikin Usaha Kecil Naik Kelas

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno menggelar Workshop Baking & Cooking Naik Kelas bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Diterbitkan 22 Desember 2025, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • YIS dan RTM gelar workshop baking untuk 50 ibu rumah tangga di Tegal.
  • Tujuannya adalah meningkatkan ekonomi keluarga melalui keterampilan dan pemasaran AI.
  • Peserta raih 471 pesanan brownies dan 70 donat, hasilkan Rp 1,1 juta.

Liputan6.com, Jakarta - Buka lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama Rumah Tegal Muda (RTM) menggelar Workshop Baking & Cooking Naik Kelas. Kegiatan ini mengangkat produk brownies singkong dan donat ubi sebagai menu utama.

Workshop yang diikuti 50 ibu rumah tangga tersebut berlangsung di LPK Lashinta, Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu 21 Desember 2025.

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Selain mengajarkan teknik pembuatan brownies singkong dan donat ubi, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pemasaran produk," ujar Sandiaga melalui keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).

"Terpenting adalah membangun jejaring UMKM untuk mendorong penjualan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi," sambung dia.

Sandiaga menjelaskan, Yayasan Indonesia Setara yang berdiri sejak 2011 memiliki visi mendorong kesetaraan sosial, ekonomi, dan pendidikan, termasuk bagi para ibu.

"Melalui kolaborasi dengan Ruang Tegal Muda, YIS meyakini para ibu memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian ekonomi," ucap dia.

Menurut Sandiaga, para peserta tidak hanya dilatih keterampilan memasak, tetapi juga didampingi agar mampu memanfaatkan keahlian tersebut sebagai sumber penghasilan.

"Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan selama satu bulan ke depan, termasuk bantuan modal berupa bahan baku gratis," tutup Sandiaga.

 

Bekali Keterampilan

Sementara itu, Co-founder Ruang Tegal Muda, Muhammad Syaeful Mujab mengatakan pada sesi awal program, peserta dibekali keterampilan membuat brownies singkong dan donat ubi karena bahan bakunya murah, mudah diperoleh, serta fleksibel untuk dikreasikan.

"Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan aplikasi ChatGPT untuk membuat konten promosi. Mereka ditantang untuk langsung membuka pre-order pada hari pelaksanaan workshop," terang dia.

"Dari tantangan tersebut, para peserta berhasil meraih total 471 pesanan brownies dan 70 pesanan donat. Dengan harga jual Rp 2.000 untuk brownies dan Rp 3.000 untuk donat, para ibu memperoleh penghasilan sekitar Rp 1.152.000," sambung Syaeful.

Dia mengatakan, setelah sesi tatap muka, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu.

"Program ini difokuskan pada diskusi bersama trainer, penguatan strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, serta penerapan langsung ilmu yang diperoleh guna menghadapi tantangan bisnis yang dijalani peserta," tutup Syaeful.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6