Prabowo: Kita Mampu Kirim 3 Kali Kebutuhan, Tak Ada Alasan Daerah Terdampak Bencana Kesulitan Pangan

Presiden Prabowo menegaskan tak ada alasan daerah terdampak bencana mengalami kesulitan pangan. Dia meminta masyarakat terdampak bencana tak khawatir dengan bantuan pangan.

Diterbitkan 16 Desember 2025, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman, khususnya untuk daerah terdampak bencana.

Bahkan, kata dia, pemerintah pusat sanggup mengirimkan pangan 3 kali lipat dari kebutuhan para pengungsi bencana.

"Kita bersyukur begitu di tengah badai, di tengah bencana sumber makan kita makan kita cukup bahkan Menteri Pertanian laporan kepada saya untuk daerah-daerah terdampak bencana kita mampu dari pemerintah pusat mengirim 3 kali kebutuhan," kata Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua di Istana Negara Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Untuk itu, dia menegaskan tak ada alasan daerah terdampak bencana mengalami kesulitan pangan. Prabowo pun meminta masyarakat terdampak bencana tak khawatir dengan bantuan pangan.

"Jadi tidak ada alasan di daerah terdampak kesulitan pangan. Tidak ada alasan untuk khawatir karena kenyataannya kita mampu," ujarnya.

Prabowo mengakui bahwa ada 70.000 hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rusak akibat bencama banjir. Dia menuturkan pemerintah sudah menyiapkan 225.000 hektare sawah baru untuk petani terdampak bencana.

"3 provinsi 70 ribu hektar yang rusak, kita akan kembalikan segera tapi kita sudah punya antisipasi, kita sudah siapkan sawah-sawah baru yang cukup besar mungkin tahun ini Menteri Pertanian kita siapkan sawah Baru 225 ribu hektar, dan terus akan kita siapkan tahun-tahun yang akan datang," tutur Prabowo.

 

Swasembada Pangan

Disisi lain, Prabowo meminta setiap kabupaten untuk mulai melakukan swasembada pangan. Dia menyebut setiap daerah dapat mencari bibit-bibit yang cocok untuk ditanam sesuai karakteristik wilayahnya.

"Tetapi strategi kita sekarang adalah tiap Kabupaten harus swasembada pangan, kabupaten yang paling sulit medannya pun kita harus cari benih yang cocok. Mungkin di pegunungan itu mungkin perlu perhatian yang khusus untuk sumber karbohidrat dan sumber protein," jelas Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ekonomi Indonesia diakui menjadi terbesar ke-8 di dunia. Dia optimis 15 sampai 20 tahun kedepan, ekonomi Indonesia mampu masuk urutan ke-4 terbesar dunia.

"Kita sebagai bangsa hari ini ekonomi kita diakui ke-8 terbesar di dunia, diperkirakan dalam waktu 15-20 tahun lagi kita bisa mencapai negara kelima bahkan keempat terbesar di dunia ekonomi kita," kata Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua di Istana Negara Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Namun, kata dia, Indonesia mengalami masalah soal pemerataan hingga pengelolaan manajemen kekayaan negara. Prabowo menekankan kekayaan negara harus dikelola dengan jujur agar dapat dinikmati oleh semua rakyat Indonesia.

"Masalahnya adalah pemerataan, masalahnya adalah pemerintahan kita, pengelolaan kita, manajemen kita sebagai bangsa, bahwa kita harus memanage mengelola kekayaan kita dengan searif-arifnya, sepandai-pandainya dan sejujur-jujurnya sehingga sumber daya kita yang sangat besar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Kekayaan Alam Indonesia Sangat Besar

Prabowo pun mengajak semua kepala daerah, menteri, dan pejabat untuk menjalankan tugas dengan tanggung jawab.

Dia menuturkan kekayaan alam Indonesia sangat besar, namun tak ada yang mampu mengelola dan menjaganya dengan baik.

"Kita semakin hari semakin tahu betapa potensi, betapa kenyataan kekayaan kita. Tetapi kita juga harus mengakui bahwa kita masih belum handal dan belum cakap untuk menjaga dan mengelola kekayaan kita masing-masing," ujar Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6