Waka BGN Optimis Program MBG Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 7–8 Persen

Pemerintah optimistis, jika program MBG dapat dilaksanakan secara menyeluruh, pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang mencapai 7 hingga 8 persen.

Diterbitkan 13 Desember 2025, 15:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program MBG berpotensi tingkatkan ekonomi nasional 7-8% melalui pertumbuhan dari bawah.
  • Presiden Prabowo prioritaskan yayasan sosial, keagamaan, pendidikan sebagai mitra MBG.
  • Yayasan baru diminta tidak mencari untung berlebihan, fokus pada tujuan sosial MBG.

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini mampu menggerakkan perekonomian rakyat di seluruh Indonesia. Pemerintah pun optimistis, jika program MBG dapat dilaksanakan secara menyeluruh, pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang mencapai 7 hingga 8 persen. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi didorong dari tingkat bawah, bukan lagi bertumpu dari atas.

“Kalau dulu dari atas agak repot menetesnya ke bawah. Enggak netes-netes, Pak. Sekarang sama Pak Prabowo digrojog ke bawah. Dengan digrojog ini diharapkan bisa tumbuh lebih cepat ke atas. Ini ekonomi yang luar biasa, penemuan yang luar biasa, dan kita harus mendukung,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 13 Desember 2025.

Karena itu pula, Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Penyelenggaraan Program MBG itu meminta agar para mitra dan yayasan memahami persoalan hal ini. Salah satunya, ia meminta agar orientasi mitra dan yayasan tidak hanya sekadar bisnis.

Nanik lalu menceritakan latar belakang pelibatan yayasan dalam program MBG. Sejak awal, saat merancang program MBG Oktober tahun lalu sebelum dilantik, Presiden Prabowo Subianto tidak membolehkan PT dan CV, sebagai mitra SPPG.

“Saya kasihan lihat yayasan sosial, keagamaan, pendidikan, nggak punya uang. Tolong dapur-dapur itu dimitrakan dengan mereka,” kata Nanik mengutip ucapan Presiden Prabowo saat itu.

 

Keterlibatan Yayasan Pendidikan hingga Sosial

Dalam rapat itu ada yang mengatakan bahwa yayasan-yayasan itu belum tentu punya uang. Namun Presiden tetap pada pendapatnya, dan menyarankan agar yayasan-yayasan itu diberi pinjaman dari perbankan. Sebab dengan keterlibatan yayasan-yayasan pendidikan, keagamaan, dan sosial sebagai mitra SPPG, mereka akan punya pendapatan.

“Kalau ada untung seperak dua perak untuk membiayai pendidikan, untuk membiayai aktifitas sosial,” kata Nanik menirukan ucapan Presiden.

Pada pelaksanaannya kemudian muncul yayasan-yayasan baru yang sebenarnya sama sekali tidak bergerak dalam bidang pendidikan, agama, maupun sosial sebagai mitra SPPG.

Karena itu, Nanik meminta yayasan-yayasan baru ini tidak keterlaluan dalam mencari keuntungan. Karena yang dibolehkan menjadi mitra SPPG sebenarnya adalah yayasan pendidikan, agama, maupun sosial.

 

Imbau Pengelola SPPG Bantu Sekolah dan Siswa

Nanik juga menghimbau para mitra dan pemilik yayasan pengelola SPPG peduli dan membantu sekolah-sekolah yang para siswanya menjadi penerima manfaat MBG dari dapur mereka.

"Mereka semua dihimbau untuk memiliki kesadaran sosial dan tanggap akan kekurangan sekolah-sekolah itu, sebagaimana niat awal Presiden dalam melaksanakan program MBG," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6