Kapolsek Kemayoran Luka Berat Saat Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone, Kini Dirawat di RS

Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah mengalami luka berat saat membantu proses evakuasi korban kebakaran gedung Terra Drone, Johar Baru, Jakarta Pusat. Kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) siang.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah mengalami luka berat saat membantu proses evakuasi korban kebakaran gedung Terra Drone, Johar Baru, Jakarta Pusat. Kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) siang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ada tiga petugas yang terluka saat mengevakuasi korban. Dua orang mengalami luka ringan, sementara satu lainnya dinyatakan luka berat.

"Yang berat adalah dari Kapolsek Kemayoran," ujar dia kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

Dia mengatakan, Kapolsek Kemayoran mengalami luka pada bagian tangan saat membantu proses evakuasi para korban. Saat ini Agung masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

"Satu anggota kami, Kapolsek Kemayoran juga terluka di bagian tangan dan saat ini sedang ditangani di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih," ucap dia.

Di sisi lain, jumlah korban tewas yang dibawa ke RS Polri mencapai 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Proses administrasi visum dipercepat agar keluarga dapat segera membawa pulang jenazah.

"Dan di sana juga sudah dibuat posko untuk membantu para keluarga korban," ucap dia.

19 Orang Berhasil Diselamatkan

Kebakaran Terra Drone yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat, menewaskan 22 orang. Sebanyak 19 orang karyawan berhasil diselamatkan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara. Penyelamatan korban sempat dilakukan dengan cara dramatis menggunakan tangga milik Damkar.

“Ya, pintu darurat kami ada di atas sebenarnya. Alhamdulillah kami selamatkan 19 jiwa. Tadi mungkin teman-teman juga melihat 19 jiwa berhasil kami selamatkan,” ungkap Bayu di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Dia menuturkan, korban yang berhasil diselamatkan mengalami luka ringan. Tak hanya itu, ada petugas damkar yang juga mengalami luka ringan.

“Ada luka sedikit aja yang kami evakuasi. Anggota kami satu orang yang hanya luka sedikit.Ya, karena upaya-upaya untuk penyelamatan sih sebenarnya. Ada yang kepalanya agak lecet sedikit dan sebagainya,” jelasnya.

Bayu juga mengungkap penyebab banyak korban jiwa kebakaran Terra Drone. Salah satunya karena kondisi akses evakuasi ke lantai atas dan faktor kepanikan.

"Karena jalur akses yang ke atas ya. Jalur akses ke atas ini kan juga butuh energi ya. Mungkin kalutan dan sebagainya mungkin," kata Bayu.

Menurut Bayu, korban banyak ditemukan di lantai tiga dan empat. Padahal dua lantai ini tidak terbakar.

"Lantai tiga dan empat. Betul (bukan area terbakar)," lanjutnya.

Penyebab Kebakaran

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengungkapkan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai yang terbakar di lantai satu gedung. Area tersebut diketahui sebagai gudang penyimpanan sehingga api dengan cepat menjalar ke lantai lain.

"Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya," ujar Susatyo saat ditemui di lokasi.

Api yang cepat membesar membuat asap pekat segera memenuhi lantai dua, tiga, hingga enam. Pada saat kejadian, sebagian karyawan sedang berada di luar untuk makan siang. Namun, sejumlah lainnya masih berada di dalam ruangan untuk beristirahat.

"Karyawan sedang makan berada di luar dan sebagian lagi istirahat di lantai 2, 3, dan 6. Api semakin membesar, asap naik ke lantai 6," ujar Susatyo.

Yang mengejutkan, beberapa korban tidak ditemukan dengan luka bakar, melainkan dalam kondisi lemas diduga akibat kekurangan oksigen.

"Korban-korban yang kami lihat tidak dalam luka bakar tapi lemas," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6