3 Prajurit TNI Tertimpa Longsor Susulan Saat Bantu Evakuasi Warga: 1 Gugur, 2 Masih Hilang

Letkol Kav Taufiq menjelaskan, dua prajurit Subdenpom XX/5 Padang Panjang atas nama Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung hilang kontak usai tertimbun tanah.

Diterbitkan 29 November 2025, 10:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tiga anggota TNI terdampak longsor saat evakuasi warga di Padang Panjang Barat.
  • Satu prajurit ditemukan meninggal, dua lainnya masih dalam pencarian.
  • Pencarian terus dilakukan tim gabungan di tengah kondisi tanah yang labil.

Liputan6.com, Jakarta - Tiga anggota TNI dilaporkan hilang ketika berupaya mengevakuasi warga di kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang Barat, Jumat 28 November 2025 kemarin.

Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq menjelaskan, dua prajurit Subdenpom XX/5 Padang Panjang atas nama Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung hilang kontak usai tertimbun tanah longsor. Keduanya diduga terseret material longsor susulan yang tiba-tiba turun saat tim gabungan tengah mengevakuasi masyarakat dari lokasi rawan.

Sementara itu, prajurit lainnya, Serda Robi dari Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar, ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya berhasil dievakuasi dari timbunan tanah sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

"Pada saat proses penanganan dan evakuasi masyarakat berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa para petugas yang berada di lokasi. Tiga personel TNI AD yang saat itu tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Dia mengatakan, para prajurit itu gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Dia mengatakan, apa yang terjadi menjadi gambaran beratnya medan penanganan bencana di kawasan perbukitan Sumbar yang masih labil dan rawan longsor.

“Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di wilayah Sumbar yang kita cintai. Mari kita berdoa bersama agar bencana ini segera berakhir,” ujar dia.

 

Pencarian Terus Dilakukan

Sementara itu, pencarian terhadap dua prajurit yang belum ditemukan terus dilanjutkan.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan unsur pemerintah daerah bekerja membuka akses jalan yang tertutup material.

"Upaya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat kondisi tanah yang masih labil," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6