Cuaca Hari Ini Sabtu 29 November 2025: Jakarta dan Sekitarnya Bakal Tertutup Awan Tebal

Langit di wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan tertutup awan tebal pada hari ini, Sabtu (29/11/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.

Diterbitkan 29 November 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langit di wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan tertutup awan tebal pada hari ini saat akhir pekan, Sabtu (29/11/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca di seluruh wilayah Jakarta pada pagi hingga siang hari diprediksi akan berawan tebal. 

Kemudian pada malam hari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara diprakirakan akan cerah berawan, sedangkan di wilayah Jakarta Timur akan berawan dan di wilayah Kepulauan Seribu akan berawan tebal. 

Sementara untuk cuaca di wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Bogor dan Kota Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan tebal sepanjang hari. 

Lalu di wilayah Kota Depok, Jawa Barat diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hingga siang hari dan berawan pada malam hari. 

Selanjutnya di wilayah Kota Tangerang, Banten diprediksi akan berawan tebal pada pagi hingga siang hari dan cerah berawan pada malam hari. 

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya dikutip Liputan6.com dari media sosial dan laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal   Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Bekasi   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Depok   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan
 Kota Bogor   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Tangerang  Berawan Tebal  Berawan Tebal  Cerah Berawan

Data Terkini Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 116 Orang Meninggal, 42 Masih Dicari

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan bahwa hingga Jumat (28/11), jumlah korban meninggal akibat bencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencapai 116 orang, sementara 42 lainnya masih dalam proses pencarian.

Suharyanto menjelaskan bahwa dari rangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh, wilayah dengan dampak terparah berada di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Rinciannya Tapanuli Utara meninggal 11, Tapanuli Tengah meninggal 47, Tapanuli Selatan 32 meninggal dunia, Kota Sibolga ada 17 yang meninggal dunia, Humbang Hasundutan ada 6 meninggal dunia, kemudian Kota Padang Sidempuan ada 1, Pakpak Bharat ada 2," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, (28/11/2025).

Adapun untuk di wilayah Mandailing Natal hingga saat ini tidak dilaporkan ada yang meninggal. Dia mengatakan data akan terus diperbaharui, karena masih banyak lokasi-lokasi yang belum diakses, sehingga ada kemungkinan korban jiwa di lokasi-lokasi itu.

Terkait pengungsian, sebanyak lebih dari 1.000 keluarga mengungsi. Untuk Tapanuli Utara, kata dia, titik pengungsian sementara terpusat satu titik di jalur yang menghubungkan Tarutung ke Sibolga.

"Ada bangunan gereja di sana, dipakai untuk mengungsi, dicek sekitar ada 600 Kepala Keluarga (KK)," katanya.

Kemudian di Tapanuli Tengah sebanyak 1.100 KK mengungsi di fasilitas milik pemerintah daerah (pemda).

"Tetapi kalau siang kami hitung, kami cek sekitar 600, karena pada saat siang sebagian masyarakat yang mengungsi juga mengecek dan membantu membuka jalur-jalur yang masih putus," kata Suhariyanto.

Adapun untuk Tapanuli Selatan ada sekitar 250 KK, untuk kota Sibolga sekitar 200 KK, dan Humbang Hasundutan ada 150 KK.

"Sementara untuk Mandailing Natal, ini tersebar ada di lima titik tempat pengungsian, ini kami hitung sekitar 1.500 KK," kata Suhariyanto.

Dalam kesempatan itu Suhariyanto menjelaskan untuk jalur komunikasi dan transportasi per Jumat kondisinya di Sumatera Utara relatif lebih baik dibandingkan tiga hari sebelumnya.

"Yang pertama yang masih terus kita berusaha tembus adalah jalur dari Tapanuli Utara atau Tarutung menuju Sibolga. Ini adalah urat nadi atau jalan yang sangat vital, tetapi sekarang masih proses untuk pembukaan, dibuka oleh satgas gabungan," kata Kepala BNPB Suhariyanto.

Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan, TNI-Polri Siap Tambah Bantuan Udara

Pemerintah mengerahkan sejumlah pesawat untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Armada udara tersebut digunakan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), distribusi logistik, hingga evakuasi warga terdampak di tiga provinsi utama, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan upaya penanganan dilakukan secara paralel, baik untuk mengurangi potensi bencana lanjutan maupun mempercepat dukungan kebutuhan dasar masyarakat.

"Di samping memang fenomena alamnya sudah berlalu, kami pun melaksanakan operasi modifikasi cuaca di masing-masing provinsi," ujar Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat 28 November 2025.

Dia menjelaskan bahwa satu pesawat dikerahkan untuk tiap provinsi terdampak. Dari tiga wilayah tersebut, kondisi terparah berada di Sumatera Utara, terutama Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan, BNPB juga menyiapkan satu pesawat cadangan untuk memperkuat operasi bila diperlukan.

"Kami masih punya cadangan satu pesawat operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi apabila perlu penebalan di salah satu provinsi yang menjadi objek penanganan kami," katanya.

Selain pesawat untuk OMC, BNPB juga menyediakan 2 unit helikopter dan 1 pesawat caravan jenis Cessna untuk mendukung mobilisasi logistik dan evakuasi di Sumatera Utara.

"Jadi ada 3 pesawat di luar pesawat yang digunakan untuk OMC. Untuk Sumatera Utara ini mudah-mudahan dengan adanya 3 pesawat ini bisa membantu evakuasi dan pendorongan logistik," ujarnya.

Tidak hanya itu, bantuan udara tambahan juga akan dikirimkan oleh TNI. Sedikitnya 3 helikopter akan diperbantukan mulai besok untuk memperkuat operasi penyelamatan dan distribusi kebutuhan darurat di wilayah terdampak.

"Itu baru datang besok. Tapi seiring dengan berjalannya waktu nanti terkait alutsista ini akan semakin banyak, termasuk juga dari Polri yang juga akan mengerahkan bantuan baik peralatan maupun alutsista," kata Suharyanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6