Begini Sadisnya Ayah Tiri Hilangkan Nyawa Alvaro

Alvaro yang diajak pergi oleh Alex langsung mengikuti ajakannya si pria. Kala itu, Alex berjanji akan membelikan mainan dan makanan. Namun ajakan itu hanya sekedar janji dan untuk mengelabui.

Diterbitkan 27 November 2025, 23:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6), akhirnya terpecahkan. Polisi mengungkap, anak itu tewas di tangan ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Hilangnya Alvaro diketahui ketika keluarga korban membuat laporan ke Polsek Pesanggrahan.

Saat itu, ia tak kunjung pulang usai salat margib di Masjid Jami Al-Muflihun di kawasan Pesanggrahan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menerangkan diawali seorang pria tak dikenal yang datang mencari Alvaro. Pria itu mengaku sebagai ayah Alvaro, sehingga para saksi mempersilakan keduanya bertemu.

"Mencari siapa?," kata saksi ditirukan Nicolas saat konferensi pers, Kamis (27/11/2025).

"Saya mencari anak saya, Alvaro," jawab Alex Iskandar ditirukan Nicolas.

Alvaro yang rupanya sudah mengenal pria tersebut. Belakangan diketahui pria itu adalah Alex Iskandar, ayah tiri Alvaro

Alvaro langsung mengikuti ajakannya si pria. Kala itu, Alex berjanji akan membelikan mainan dan makanan. Namun, keduanya malah menuju rumah pelaku.

"Korban AKN ini mengikuti seseorang yang diketahui bernama AN ini, ayah tirinya ini, dan dalam perjalanan, AI ini mengajak ke rumah karena ingin mau membersihkan diri, mau mandi dulu," ucap dia.

Setibanya di rumah, janji tinggal janji. Alvaro itu disebut mulai rewel minta pulang. Pelaku yang panik justru melakukan kekerasan. Aksi itu berlangsung sekitar dua sampai tiga menit.

"Akhirnya dari situlah karena AKN rewel, nangis, akhirnya keluar dari situ, menurut keterangan ayah tirinya, AI ini, dari situ AKN dibekap dengan handuk yang tergantung dan juga dicekik serta ditindih. Kurang lebih 2 sampai 3 menit, korban AKN ini tidak bergerak lagi," ujar Nicolas.

 

Panik Alvaro Kehilangan Nyawa

Mengetahui korban tewas, AIex Iskandar gelap mata. Ia mencari tas dan kemudian membeli kantong plastik hitam berukuran besar untuk menyembunyikan jenazah korban.

"Setelah itu karena panik, dia masih berusaha untuk menghilangkan barang bukti korban Alvaro," ucap dia.

Tubuh Alvaro diikat dengan tali rafia lalu dimasukkan ke kantong itu dan diletakkan di garasi rumah. Mayat tersebut dibiarkan membusuk selama tiga hari.

"Dan pada akhirnya, akhirnya karena korban itu sudah mulai membusuk, mayat itu sudah mulai membusuk dan akhirnya pada tanggal 9 Maret itu, dia berusaha untuk mencari tempat yang aman untuk dia mau membuang mayat tersebut," ucap dia.

Dia menjelaskan, pelaku membawa jasad korban menggunakan mobil Terios miliknya. Ia membawa jenazah ke Tenjo, Bogor, tempat saudara perempuannya tinggal. Di sana, jasad korban itu dibuang di tumpukan sampah dekat jembatan Sungai Ciliwung.

"Pertanyaannya kenapa dia menuju Tenjo? Karena di sana ada saudara perempuannya yang berinisial A alias R. Di situlah dia membuang korban di situ, di tempat yang aman di sekitar TKP, ya, pembuangan yaitu di tumpukan sampah dekat sungai, jembatan, dekat jembatan, bawah jembatan, sungai Ciliwung, di daerah Kecamatan Bogor itu," ucap dia.

Tim Polsek Pesanggrahan bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya melakukan pencarian hingga ke Batam, Sukabumi, Bandung, serta menelusuri keluarga terdekat dan bahkan menghubungi ayah kandung korban di Lapas Cipinang.

Penelusuran itu akhirnya mengarah kepada Alex Iskandar sebagai pelaku.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6