1.225 Warga Sikka NTT Terjangkit HIV/AIDS, 260 Meninggal Dunia

Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Sikka mencatat ada 1.225 kasus HIV/AIDS di wilayah itu.

Diterbitkan 27 November 2025, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kasus HIV/AIDS di Sikka mencapai 1.225, dengan 260 kematian tercatat.
  • Kasus menyebar di semua kecamatan, usia, profesi; heteroseksual dominan.
  • Pemda Sikka berupaya atasi dengan fasilitas, WPA, dan edukasi pencegahan.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Sikka mencatat ada 1.225 kasus HIV/AIDS di wilayah itu.

"369 HIV dan 857 Aids dengan tingkat kematian sebanyak 260 orang," ujar Wakil Bupati Sikka Simon Subandi dalam konferensi pers, Kamis (27/11/2025).

Dia menjelaskan kasus HIV dan AIDS telah ditemukan di semua wilayah kecamatan dan menyerang semua kelompok umur serta hampir semua profesi dalam masyarakat.

Menurut risiko, terinfeksi heteroseks menempati urutan teratas dengan angka 1.012 kasus, disusul homoseks sebanyak 135 kasus, perinatal 51 kasus, tidak diketahui 23 kasus dan penasun 4 kasus.

"Temuan kasus baru selama bulan Januari sampai Juli 2025 sebanyak 35 kasus," jelasnya.

Untuk mewujudkan Sikka Bebas Aids 2030, pemerintah daerah memiliki sumber daya dan fasilitas berupa fasilitas layanan untuk tws HIV yaitu klinik VCT di Puskesmas, Klinik CSR di RSUD Maumere dan para medis terlatih baik dokter, perawat, tenaga laboratorium dan tenaga konselor di rumah sakit dan puskesmas.

"Ada tiga rumah sakit penanggulangan HIV AIDS secara gratis yaitu di Puskesmas Beru, Puskesmas Nita dan Puskesmas Waipare," katanya.

87 Kelompok Warga Peduli Aids

Sementara itu, Sekertaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD), Yohanes Siga mengatakan saat ini pihaknya sudah membentuk 87 kelompok Warga Peduli AIDS (WPA) di desa dan kelurahan.

"Pemerintah akan menyiapkan obat, tenaga medis yang kompeten," katanya.

Menurutnya, ke depan, Pemda akan mendorong agar desa terlibat aktif melakukan penanggulangan HIV AIDS dengan menyiapkan anggaran penanggulan aids.

"Tidak hanya HIV AIDS tapi juga TBC dan Malaria," katanya.

Pihak KPA sudah memberikan imbauan agar semua pasangan sebelum menikah, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Selain melakukan edukasi kesehatan ke masyarakat, kami juga akan melaksanakan program sosialisasi bahaya Aids masuk ke sekolah-sekolah," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6