Warga Cikarang Diduga Dikeroyok Rombongan Anggota DPRD, Lapor ke Polisi

Suasana tiba-tiba memanas setelah rombongan N berdiri dan menghampirinya. Fendy menerima pukulan pertama dari anggota DPRD.

Diterbitkan 27 November 2025, 02:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fendy melapor pengeroyokan di restoran Cikarang oleh rombongan anggota DPRD N.
  • Fendy dipukul N dan 14 orang lain menggunakan tangan kosong serta benda.
  • Korban alami luka serius dan berharap pelaku segera diadili polisi.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga bernama Fendy (41) melapor ke polisi setelah mengaku menjadi korban pengeroyokan di sebuah restoran di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 29 Oktober 2025 malam.

Fendy menyebut pengeroyokan dilakukan oleh belasan orang yang diduga merupakan rombongan seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N.

Fendy menjelaskan bahwa dirinya datang ke restoran bersama beberapa rekannya sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah makan, teman-temannya lebih dulu meninggalkan lokasi. Saat mengantar mereka ke depan, ia merasa tidak nyaman karena sopir anggota DPRD tersebut disebut beberapa kali menatapnya dengan tajam.

“Saya nggak tahu ada maksud apa. Kita juga khawatir kan, takut ada apa-apa,” ujar Fendy saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/10/2025).

Merasa was-was, Fendy kembali masuk ke restoran untuk menunggu jemputan. Sopir yang sama kemudian disebut mengikutinya hingga ia memutuskan menghampiri N untuk meminta penjelasan mengenai sikap sopir tersebut.

“Pak, kenapa sopir Anda lihatin saya terus?” kata Fendy menirukan pertanyaannya.

Ia mengatakan suasana tiba-tiba memanas setelah rombongan N berdiri dan menghampirinya.

“Bapak itu langsung berdiri, lari ke meja saya bersama teman-temannya. Ada 14 orang. ‘Apa kamu nantang saya?’ kata dia. Saya jawab enggak, saya cuma tanya. Baru ngomong begitu saya sudah dipukulin sama mereka,” ujarnya.

Fendy mengaku dipukul lebih dulu oleh N dan kemudian dikeroyok oleh belasan orang lain. Ia menyebut mendapat serangan bertubi-tubi menggunakan tangan kosong maupun benda di sekitar lokasi kejadian.

“Ada yang pakai botol, ada yang pakai kursi, ada yang tendang,” ucapnya.

Korban menyebut dirinya dievakuasi ke dapur dan musala belakang restoran oleh sekuriti karena para pelaku masih mencari keberadaannya. “Sekuriti bilang, ‘Kamu jangan keluar dulu, mereka masih nyariin kamu.’ Saya disuruh nunggu sampai aman,” katanya.

 

Berharap Pelaku Diadili

Peristiwa itu membuat wajah Fendy terluka dan berdarah, matanya bengkak, serta bagian kepala memar akibat hantaman benda tumpul.

Ia mengaku mengenali N karena pernah melihatnya beberapa kali datang ke restoran tersebut bersama rombongan.

Kasus ini dilaporkan Fendy ke Polda Metro Jaya pada 30 Oktober. Ia mengatakan penyidik telah menyampaikan bahwa perkara kemudian dilimpahkan ke Polresta Bekasi untuk penanganan lebih lanjut.

Fendy berharap polisi segera memproses laporan dan menindak para pelaku.

“Harapan saya pelaku segera diadili,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6