Anggota Komisi IV DPR Rajiv Soroti Gerakan Pangan Murah Polri

Gerakan Pangan Murah (GPM) mampu mendistribusikan 153 ribu ton beras SPHP dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Diterbitkan 25 November 2025, 04:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • GPM Polri mempercepat penyaluran beras SPHP secara efektif.
  • Polri berhasil distribusikan 153 ribu ton beras SPHP dalam 112 hari.
  • Polri dukung swasembada pangan melalui produksi jagung dan gudang ketahanan.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menilai bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polri mempercepat penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

“Program gerakan pangan murah Polri justru menjadi akselarator yang mempercepat target penyaluran SPHP kepada masyarakat di Indonesia,” kata Rajiv di Jakarta, Senin (24/11) seperti dilansir Antara.

Ia mengungkapkan bahwa program GPM mampu mendistribusikan 153 ribu ton beras SPHP dalam waktu kurang dari 3 bulan. Total tersebut bagian dari 662 ribu ton beras SPHP yang terdistribusi sepanjang Agustus-November 2025.

“Polri mampu mampu menyalurkan 153.968 ton dalam tempo 112 hari secara cepat dan efektif,” katanya.

Menurutnya, program yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tersebut berjalan dengan efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Pak Kapolri telah menginstruksikan jajarannya untuk menjalankan Gerakan Pangan Murah di seluruh daerah Indonesia, dan dampaknya sangat positif dirasakan masyarakat,” ucap politisi NasDem tersebut.

 

Visi Swasembada Pangan Prabowo

Lebih lanjut, Rajiv juga mengapresiasi inisiatif Kapolri yang mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto soal swasembada pangan dengan mengerahkan anggota kepolisian untuk terlibat aktif dalam produksi jagung nasional.

Berkat inisiatif tersebut, dalam waktu sembilan bulan, Polri mampu menghasilkan 2,84 juta ton jagung pipil.

Selain itu, legislator dari Komisi DPR yang membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan itu menilai bahwa Kapolri sangat serius mendukung program swasembada pangan dengan membangun 19 gudang ketahanan pangan di 13 Polda.

Oleh karena itu, ia mendukung kelanjutan program gerakan pangan murah dan tanam jagung yang diinisiasi Kapolri pada seluruh Polda hingga Polsek se-Indonesia.

“Saya mendorong program GPM dan tanam jagung dilanjutkan dan ditiru lembaga lain agar visi Presiden Prabowo, yaitu swasembada pangan, segera tercapai,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6