Liputan6.com, Jakarta - Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya terungkap. Bocah yang hilang 8 bulan lalu saat hendak salat Magrib di Pesanggrahan, Jakarta Selatan ditemukan tewas.
Alvaro Kiano Nugroho hilang tanpa jejak sejak Rabu sore, 6 Maret 2025. Keluarga terus berjuang mencari Alvaro, sayangnya pencarian bocah tersebut belum menemukan titik terang. Hingga akhirnya, sebuah kerangka ditemukan dan dicocokan lewat tes DNA yang ternyata adalah Alvaro Kiano.
Cerita awal mula hilangnya Alvaro diungkapkan kakek bocah tersebut, Tugimin. Jelang Magrib 6 Maret 2025, anak-anak berlarian ke Masjid Jami Al-Muflihun di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Begitu pun Alvaro, dia pamit ke masjid, katanya mau buka puasa dan salat magrib.
Advertisement
Dia pergi mengenakan kaos dan celana panjang. Alvaro main dulu sama teman-temannya di lantai dua masjid sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tapi siapa sangka, sejak saat itu, Alvaro tak pernah kembali ke pangkuan keluarga.
"Biasanya habis salat magrib cucu saya itu pulang, ternyata ini enggak pulang, enggak pulang. Saya enggak punya curiga gimana-gimana," kata Tugimin memulai perbincangan dengan Liputan6.com, Selasa (22/4/2025).
Tugimin kasak-kusuk mencari informasi. Belakang dia dapat informasi, ada pria misterius sempat mencari-cari Alvaro di Masjid. Tugimin mengulang kembali penuturan si marbot yang sempat berbincang dengan pria misterius.
“Pak, mau nyari siapa?” tanya marbot curiga.
“Saya mau nyari anak saya. Alvaro. Biasanya salat di sini,” kata si pria, menurut cerita marbot ke Pak Tugimin.
Si marbot mengiyakan bahwa anak yang dicari memang lagi main di atas. Tapi tak lama setelah itu, Alvaro dinyatakan hilang.
"Jam 17.30 WIB itu ada yang nanya ke marbot, ada orang datang ke masjid menanyakan sama marbot, ditegur sama marbot," ujar Tugimin.
Keluarga Lapor Polisi hingga CCTV di TKP Rusak
Tugimin mulai panik. Terlebih, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30, tapi tak ada tanda-tanda cucunya akan kembali. "Karena biasanya kalau enggak pulang itu main bola sama teman-temannya di depan," ujar dia.
"Ternyata sampai setengah 10 itu kok belum pulang," timpalnya lagi.
Malam itu juga, Tugimin langsung menyisir sekitar pemukiman, bertanya ke tetangga, ke RT sebelah. Namun hasilnya nihil.
"Kita tanya enggak ada yang tahu semua," ucap dia.
Sampai akhirnya, sekitar pukul 10 malam, Tugimin menyambangi ke Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan orang hilang. Tapi karena aturannya harus menunggu 1x24 jam, ia pun diminta kembali keesokan harinya.
Besoknya, Tugimin balik lagi. Kali ini diarahkan ke Polres Jakarta Selatan karena menyangkut anak di bawah umur.
"Setengah 12 itu baru selesai laporan," ucap dia.
Sambil menunggu penyelidikan polisi, Tugimin mencoba menyisir rekaman CCTV.
Apalah daya CCTV masjid saat itu sedang dalam kondisi rusak. Begitu pun CCTV jalannya juga kosong alias tak ada.
"Jadi kita jadi kebingungan semua sudah nyari ke sana-kemari gak ketemu," ujar dia.
Hingga kini, Alvaro belum juga ditemukan. Polisi sempat datang rumahnya, Tugimin juga sudah di BAP kedua. Tapi belum ada perkembangan berarti.
"Dari Polres ada yang datang ke rumah katanya sekarang lagi menelusuri dari pihak keluarga bapaknya," ujar dia.
Sembari berjalan, Tugimin mencoba melakukan pencarian lewat jalan orang-orang ahli agama. Tapi, ia lagi-lagi harus menelan pil pahit.
“Saya juga udah tanya ke ustaz, ke kiai, minta doa-doa. Tapi belum juga ketemu titik terang,” ujar dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5410995/original/037955500_1762958759-Jepretan_Layar_2025-11-12_pukul_21.40.20.png)
Advertisement
Pencarian Alvaro Hingga Luar Kota
Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya aktif menelusuri setiap kemungkinan, bahkan hingga ke luar kota.
“Kami masih terus berupaya. Dari Polsek, Polres, sampai Polda ikut membantu. Informasi dari saksi, sekolah, keluarga, bahkan pesan di media sosial, semuanya kami dalami,” kata Seala, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, banyak laporan masyarakat yang ternyata palsu, bahkan menipu keluarga Alvaro. "Beberapa kali keluarga ditipu. Ada yang bilang lihat anaknya di sini, di sana, tapi ujungnya minta uang. Ternyata bohong,” ujarnya.
Namun setiap informasi valid, sekecil apa pun, tetap ditindaklanjuti.
“Bahkan kalau ada laporan dari guru ngajinya atau siapa pun, kami dalami. Sampai ke Sukabumi, Pandeglang, tim tetap turun lapangan menggali semua kemungkinan,” tegasnya.
Polsek Pesanggrahan pun rutin mengunggah informasi tentang Alvaro di akun media sosial mereka, berharap ada yang mengenali wajah bocah itu dan memberi petunjuk baru.
Alvaro Kiano Ditemukan Tewas, Pelaku Pembunuhan Ayah Tiri
Pencarian Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 akhirnya mencapai titik terang. Alvaro Kiano ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Alvaro ditemukan usai polisi menangkap terduga pelaku penculikan dan pembunuhan bocah tersebut.
Polisi kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.
Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.
"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano adalah ayah tirinya. Penyidik telah mengamankan ayah tiri Alvaro.
"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Nicolas.
Menurut dia, proses pemeriksaan kini tengah berjalan. Pihaknya meminta waktu untuk menjawab soal identitas jenazah Alvaro Kiano sampai nanti pemeriksaan rampung.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195276/original/072014600_1745336400-IMG-20250422-WA0071__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)