Liputan6.com, Jakarta - Kampung Kauman di Yogyakarta pada masa lalu dikenal sebagai ruang pertemuan dua corak kehidupan, tradisi kepriyayen Kasultanan dan kultur perdagangan. Warga Kauman hidup di antara dua dunia itu. Namun, dorongan mengejar kesejahteraan perlahan membuat sebagian masyarakat menjauh dari syariat, baik dalam ibadah maupun dalam hubungan sosial.
Dalam buku K.H. Ahmad Dahlan: Biografi Singkat (1869–1923), Adi Nugraha menjelaskan bahwa pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912, KH Ahmad Dahlan memutuskan mendirikan organisasi bernama Muhammadiyah. Langkah ini diambil untuk memurnikan kembali ajaran Islam dengan merujuk langsung kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Moh Habib Asyhad, dalam Ensiklopedi Tokoh Nasional K.H. Ahmad Dahlan, mencatat makna kata “Muhammadiyah”. Ia merujuk penjelasan Dahlan bahwa nama itu diambil dari Nabi Muhammad SAW. Tambahan “iyah” di belakangnya menunjukkan sifat atau hal yang merujuk pada pribadi Nabi. Dengan begitu, anggota Muhammadiyah diharapkan mampu meneladani akhlak Rasul—baik melalui sunah qauliyah, fi’liyah, maupun taqririyah.
Advertisement
Upaya Dahlan mendirikan organisasi pembaruan Islam tidak berjalan mulus. Dalam K.H. Ahmad Dahlan, Tokoh Pembaru Islam, Rohmat Kurnia menulis bahwa penolakan datang bertubi-tubi dari keluarga besar, masyarakat, hingga tokoh agama.
Dahlan dituding mendirikan agama baru, meniru Belanda, bahkan dianggap kiai palsu. Ia juga beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan. Meski begitu, Dahlan tetap teguh. Baginya, pembaruan Islam adalah kebutuhan mendesak.
Pada 20 Desember 1912, ia mendaftarkan Muhammadiyah ke pemerintah Hindia Belanda agar memiliki kedudukan hukum. Dua tahun kemudian, 22 Agustus 1914, pemerintah mengeluarkan Surat Ketetapan Nomor 1 yang mengesahkan Muhammadiyah sebagai organisasi berbadan hukum, meski hanya untuk wilayah Yogyakarta.
Pembatasan ini diberlakukan karena pemerintah kolonial waspada terhadap perkembangan gerakan tersebut.
Siasati Pembatasan, Cabang dengan Nama Samaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4137086/original/065844000_1661518712-BENDERA_MUHAMMADIYAH.jpeg)
Meskipun dibatasi simpatisan Muhammadiyah terus bertambah dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Situasi ini memunculkan kekhawatiran karena melampaui izin yang diberikan Belanda.
Untuk menyiasatinya, Dahlan menyarankan cabang-cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta menggunakan nama lain. Strategi ini terbukti efektif. Gerakan Muhammadiyah menyebar hingga pelosok Nusantara, meski memakai nama berbeda. Di Makassar misalnya, cabangnya dikenal sebagai Al-Munir. Di Pekalongan memakai nama Nurul Islam.
Sebagai motor pembaruan, Dahlan tak lagi hanya mengajar dari surau ke surau. Ia turun langsung mengadakan tablig akbar di berbagai daerah. Cara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para ulama. Banyak tokoh agama dari berbagai wilayah kemudian datang memberikan dukungan penuh.
Meluasnya simpatisan mendorong Dahlan membentuk pengurus di berbagai daerah. Namun, untuk resmi membuka cabang, ia harus kembali meminta izin pemerintah kolonial.
Pada 7 Mei 1921, Dahlan mengajukan permohonan membuka cabang Muhammadiyah di seluruh Nusantara. Permohonan itu dikabulkan pada 2 September 1921. Sejak itu, cabang-cabang Muhammadiyah resmi berdiri dengan nama asli mereka, tanpa perlu penyamaran.
Advertisement
Peran Penting Muhammadiyah di Bidang Pendidikan, Sosial, dan Pembaruan
Sejak berdiri pada 18 November 1912, Muhammadiyah mengambil peran besar dalam tiga ranah, pembaruan Islam, perubahan sosial, dan kekuatan politik moral.
Fokus utama gerakan ini adalah pendidikan. Di masa awal, Dahlan aktif mengadakan pengajian untuk ibu-ibu dan anak-anak, lalu mendirikan sekolah-sekolah modern. Gerakan memajukan pendidikan itu terus berlanjut hingga hari ini.
Muhammadiyah juga berperan besar di bidang sosial dan kemanusiaan. Organisasi ini mendirikan rumah yatim piatu, rumah sakit, hingga lembaga keuangan masyarakat.
Data tahun 2000 menunjukkan skala kontribusi yang luar biasa. Muhammadiyah telah mendirikan 1.128 sekolah dasar, 1.768 madrasah ibtidaiyah, 1.179 sekolah lanjutan tingkat pertama, 534 madrasah tsanawiyah, 509 sekolah menengah atas, 249 sekolah menengah kejuruan, dan 171 madrasah aliyah.
Di tingkat perguruan tinggi, terdapat lebih dari 163 sekolah tinggi, akademi, dan politeknik. Jumlah rumah sakit dan layanan kesehatan yang dikelola juga terus bertambah di berbagai daerah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3997622/original/089826000_1650189527-220417_Journal__Tradisi_Islam_Sudah_Melekat_pada_Kartini_Sejak_Kecil_S.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1551847/original/074389600_1490863197-ahmad_dahlan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257959/original/025188000_1781266663-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_17.29.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/6616767/original/004992900_1779448795-kejutan-gibran-bakal-boyong-pemuda-ormas-islam-ini-ke-papua-supaya-tahu-bff130.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546602/original/090949100_1775356160-2877e324-fd41-4a4c-a1fc-6bcb6302739e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549300/original/072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5535442/original/012177600_1774010298-260320-ribuan-jemaah-muhammadiyah-lebaran-di-kauman-yogyakarta-abf16a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535362/original/042856400_1773991631-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535331/original/012279900_1773987358-273640__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4431814/original/048448900_1684333779-Ketua_PP_Muhammadiyah_Haedar_Nashir.jpeg)