Cerita Kades di Tangerang Buat Program Umrah Gratis untuk Guru Ngaji: Dikumpulkan dari Gaji Sendiri Tiap Bulannya

Keputusan Hasan Nudin, Kepala Desa Kosambi Timur, untuk tidak mengambil gajinya dan mengalihkannya sepenuhnya bagi pemberangkatan umrah guru ngaji dan marbot, berangkat dari pengalaman spiritual pribadinya di Tanah Suci pada 2009.

Diterbitkan 15 November 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kades Kosambi Timur Hasan Nurdin biayai umrah guru ngaji dari honornya.
  • Program ini berawal dari pengalaman Hasan di Mekah tahun 2009.
  • Sekitar 50 guru ngaji telah diberangkatkan menggunakan gaji dan tunjangan Kades.

Liputan6.com, Jakarta Kepala Desa Kosambi Timur di Kabupaten Tangerang, Hasan Nurdin, memilih tak ambil sebagian honor bulanannya, hanya untuk memberangkatkan umrah guru ngaji dan marbot di desanya secara bergantian.

Di mana ini berawal dari pengalamannya, yang teringat akan guru ngajinya di kampung halaman.

"Awalnya sederhana saja, tahun 2009 kami berangkat ke Tanah Suci. Saat berada di Mekah, kami teringat pada guru ngaji. Rasanya mereka jauh lebih layak untuk menginjakkan kaki di Mekah dan Madinah. Sepulang dari sana, kami arahkan program agar setiap ustaz di Kosambi Timur harus saya berangkatkan umrah," kata Hasan, Sabtu (15/11/2025).

Melalui dana sekitar Rp 4 juta dan tunjangannya, digunakan untuk program umrah tersebut bisa berjalan.

"Gaji saya Rp4 juta ditambah tunjangan kepala desa sekitar Rp3 jutaan. Semua itu saya tidak ambil, bahkan ATM-nya dipegang anak saya. Kami sudah sepakat sejak awal," ungkapnya.

Langkah ini juga bukan karena alasan politik atau pencitraan, melainkan murni demi keberkahan rezeki.

"Insyaallah gaji itu halal 100 persen. Kalau kami mengambil uang dari yang lain, kami khawatir uangnya tidak barokah. Jadi lebih baik gaji ini saya salurkan untuk memberangkatkan umrah," tuturnya.

 

Hanya Fokus pada Guru Ngaji

Melalui program yang dijalankannya ini, Hasan Nudin telah memberangkatkan puluhan warga, terutama guru ngaji.

Dalam setiap periode, sedikitnya lima orang diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Kurang lebih sudah sekitar 50-an orang. Ini khusus guru ngaji. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru ngaji yang ada di Kosambi Timur. Harapan saya, jadilah guru ngaji terbaik untuk murid-muridnya dan terus berikan ilmu untuk masyarakat," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6