Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, Masih Dirawat Intensif Usai Operasi Kepala

Budi menuturkan, terduga pelaku mengalami luka di bagian kepala dan telah menjalani operasi. Meski sudah sadar, proses pemulihan dilakukan secara bertahap.

Diterbitkan 08 November 2025, 21:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Terduga pelaku ledakan sudah sadar dan dirawat intensif di rumah sakit.
  • 29 dari 96 korban masih dirawat; Polri dan KPAI berikan trauma healing.
  • Saksi korban menceritakan dua ledakan terjadi di masjid, diduga berisi paku.

Liputan6.com, Jakarta- Polisi memastikan terduga pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, sudah sadar. Saat ini, dia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, fokus utama tim medis dan kepolisian saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan psikis terduga pelaku, yang diketahui masih berstatus anak.

"Masih dalam perawatan dan kondisinya sudah sadar," kata dia, Sabtu (8/11/2025).

Budi menuturkan, terduga pelaku mengalami luka di bagian kepala dan telah menjalani operasi. Meski sudah sadar, proses pemulihan dilakukan secara bertahap.

"Luka di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya menjalani operasi, pada bagian kepala ya," ujar dia.

"Sudah sadar, tapi kan harus pelan-pelan karena kan bentuk perlukaan juga masih berat jadi kita harus sama-sama perhatikan dulu pemulihan fisik medis, termasuk psikis yang bersangkutan," tambah dia.

Budi menambahkan, terduga pelaku kini berada dalam ruang perawatan intensif. "(ICU) lebih kurang seperti itu," ucap dia.

Pemulihan Kesehatan Korban

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung para korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang kini dirawat di sejumlah rumah sakit. Dari 96 korban, 29 orang masih menjalani perawatan, sementara 67 lainnya sudah dipulangkan karena kondisi membaik.

Listyo menyebut prioritas utama saat ini adalah pemulihan kesehatan para korban.

"Kita saat ini adalah fokus dulu terhadap pemulihan. Tadi juga ada Direktur dari Rumah Sakit Islam juga menyampaikan prioritas pertama adalah perawatan intensif kepada para korban dulu," ucap dia.

Polri bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menurunkan tim trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis siswa dan pihak sekolah. Tim ini bekerja beriringan dengan penanganan medis agar proses pemulihan berjalan menyeluruh.

"Diharapkan kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan kembali secara normal. Itu harapan kita bersama," tandas dia.

Cerita Korban Situasi Mencekam Saat Ledakan

Siswa SMAN 72 Jakarta berinisial A menceritakan situasi mencekam saat ledakan terjadi. Dia mengaku berada di tengah masjid saat kejadian berlangsung.

Cerita itu disampaikan setelah A kembali ke sekolah didampingi orang tuanya untuk mengambil peralatan.

"Saya di tengah masjid. Ledakan di sebelah kanan, 5 sampai 3 meter," cerita A kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Menurut A, ledakan terjadi dua kali secara berurutan. Ledakan pertama terjadi saat salat Jumat hendak dimulai.

"Pas salat pertama kali, terus pas udah kosong masjidnya meledak lagi. (Jarak ledakan awal dan kedua) 10 sampai 15 menit," katanya.

Saat ledakan pertama terjadi, A langsung keluar dari masjid bersama beberapa siswa lainnya. Dia juga mengalami luka di kepala sebelah kanan dekat telinga yang masih dibalut perban putih.

"Luka sobek kena serpihan kayanya. Kurang tahu. Kayanya isinya paku (bom). Soalnya temen saya pada kena paku," ujarnya.

"Saya cuma kegores doang. Enggak ada yang nempel. (Luka) kecil banget. Enggak dijahit," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6