Korban Cerita Situasi Mencekam Saat Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Teman Saya pada Kena Paku, Kayaknya dari Bom

Siswa SMAN 72 Jakarta berinisial A menceritakan situasi mencekam saat ledakan terjadi. Dia mengaku berada di tengah masjid saat kejadian berlangsung.

Diterbitkan 08 November 2025, 19:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Siswa SMAN 72 Jakarta berinisial A menceritakan situasi mencekam saat ledakan terjadi. Dia mengaku berada di tengah masjid saat kejadian berlangsung.

Cerita itu disampaikan setelah A kembali ke sekolah didampingi orang tuanya untuk mengambil peralatan.

"Saya di tengah masjid. Ledakan di sebelah kanan, 5 sampai 3 meter," cerita A kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Menurut A, ledakan terjadi dua kali secara berurutan. Ledakan pertama terjadi saat salat Jumat hendak dimulai.

"Pas salat pertama kali, terus pas udah kosong masjidnya meledak lagi. (Jarak ledakan awal dan kedua) 10 sampai 15 menit," katanya.

Saat ledakan pertama terjadi, A langsung keluar dari masjid bersama beberapa siswa lainnya. Dia juga mengalami luka di kepala sebelah kanan dekat telinga yang masih dibalut perban putih.

"Luka sobek kena serpihan kayanya. Kurang tahu. Kayanya isinya paku (bom). Soalnya temen saya pada kena paku," ujarnya.

"Saya cuma kegores doang. Enggak ada yang nempel. (Luka) kecil banget. Enggak dijahit," pungkasnya.

Kronologi Ledakan Versi Guru SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Insiden itu terjadi saat khotbah Jumat tengah berlangsung.

Hal itu diungkap Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan berdasar keterangan salah satu guru Matematika SMA 72 Jakarta. Dia mengatakan, ratusan siswa dan guru saat itu sedang mengikuti khotbah Jumat di aula sekolah.

"Ketika khotbah Jumat sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula," kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Saksi mata, Totong menceritakan, ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, siswa dan guru SMA Negeri 72 sedang melaksanakan salat Jumat di masjid.

"Saya kan lagi salat Jumat, di saf paling depan, ya langsung meledak. Pas ledakan langsung bubar, langsung pada keluar semua karena takut," cerita Totong, Jumat (7/11/2025).

Totong mengaku mendengar suara ledakan keras dari tiga arah berbeda, baik di dalam maupun luar area sekolah. Menurutnya, ledakan itu terjadi secara berurutan, bukan dalam satu waktu bersamaan.

"Ledakan tidak barengan. Setelah di satu titik, satu lagi. Jarak suaranya nggak lama," ujarnya.

Setelah ledakan di tiga titik terjadi, Totong menyebut jemaah langsung menghubungi ambulans dan aparat penegak hukum. Tak lama, ambulans tiba di lokasi.

Dia melihat puluhan orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

"Korban dibawa ke RS Islam Cempaka Putih," ucapnya.

Muncul Isu Terduga Pelaku Korban Bullying

Siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta berinisial S mengungkap dugaan adanya perundungan yang mungkin berkaitan dengan insiden ledakan saat salat Jumat di sekolah.

“Saya dapat info katanya pelakunya terindikasi siswa. Mungkin karena dia tuh korban bully jadi ingin balas dendam,” tutur S di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dengan pakaian masih berlumuran darah teman-temannya, S menceritakan ledakan terjadi di tengah masjid saat salat Jumat hendak dimulai. Para siswa langsung panik dan berhamburan keluar.

“Kronologi sebelum salat Jumat lagi mau khutbah selesai, lagi mau iqomah, tiba-tiba ada ledakan. Dari tengah masjid. Ada ledakan kita kabur, nyelamatin teman-teman, setelah nyelametin teman-teman ada ledakan lagi kedua kali,” jelas dia.

Ledakan kedua terdengar di belakang sekolah. Sementara terduga pelaku diketahui merupakan seniornya yakni kelas XII.

“Tadi benar-benar panik banget saya gendongin satu-satu bantu ngobatin korbannya. Untung saya belajar dari online cara ngobatin pasien jadi Alhamdulillah bisa ngobatin sampai dibawa ke Rumah Sakit Islam,” ungkapnya.

S mengaku sempat melihat percikan api. Saat peristiwa, telinganya turut berdengung hingga tidak dapat mendengar apapun.

“Lagi ramai banget, penuh (masjid), tapi di atas lagi tidak ada orang,” S menandaskan.

Respons Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjawab kabar terduga pelaku ledakan SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara merupakan korban bullying. Listo menekankan pihaknya masih mendalami motif terduga pelaku, salah satunya dugaan bullying.

"Untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagi macam informasi, tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan," kata Listyo dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dia menjelaskan terduga pelaku saat ini masih menjalani operasi di rumah sakit. Polri juga sudah mengantongi identitas terduga pelaku ledakan SMA 72 Jakarta Utara dan mendalami lingkungan tempat tinggalnya.

"Sementara untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami," jelasnya.

Listyo memastikan hingga kini belum ada korban meninggal akibat insiden ledakan di SMAN 72. Total korban luka-luka mencapai 50 sampai 60 orang, dua di antaranya menjalani operasi.

"Yang jelas sampai saat ini korban meninggal dunia belum ada, namun ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan dan mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang," tutur Listyo.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6