Aktivis Serukan Pemuka Agama Jaga Netralitas dari Kepentingan Politik

Fredi mengatakan, setiap bentuk kedekatan antara lembaga keagamaan dan tokoh politik perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Diterbitkan 03 November 2025, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fredi Marbun menekankan HKBP harus mandiri dan netral dari pengaruh politik praktis.
  • Gereja adalah tempat suci, bukan alat kepentingan pribadi atau elit politik mana pun.
  • HKBP harus fokus pada pembinaan jemaat dan kesejahteraan, bukan agenda polarisasi.

Liputan6.com, Jakarta - Tokoh pergerakan dan pemerhati Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Fredi Marbun menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga kemandirian dan netralitas lembaga gereja dari pengaruh kepentingan politik.

Fredi mengingatkan agar HKBP tetap berdiri di atas nilai-nilai pelayanan dan iman, serta tidak terseret dalam dinamika politik praktis. Fredi menegaskan bahwa gereja adalah tempat suci, bukan alat kepentingan pribadi, keluarga, atau elite politik mana pun.

“HKBP harus berdiri di atas kemandirian rohani, bukan di bawah bayang-bayang elit politik. Kami menolak keras segala bentuk intervensi yang menjadikan gereja sebagai alat politik atau propaganda,” tegas Fredi Marbun di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Ia mengingatkan seluruh jemaat agar waspada terhadap manipulasi rohani yang dibalut dalam narasi sosial-politik.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga HKBP dan umat Kristen Indonesia,  berhentilah menjadi korban politik elit. Selamatkan gereja dari tangan-tangan yang memperalatnya demi kepentingan kelompok,” ujar Fredi.

Fredi mengatakan, setiap bentuk kedekatan antara lembaga keagamaan dan tokoh politik perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia menilai, gereja seharusnya menjadi ruang spiritual dan pembinaan iman yang bersih dari kepentingan duniawi.

Menurutnya, arah pelayanan HKBP sebaiknya berfokus pada pembinaan jemaat dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada agenda yang berpotensi memunculkan polarisasi.

Peringatan ini ia sampaikan kepada sejumlah tokoh politik. Menurutnya, HKBP seharusnya dibiarkan berdiri independen, dan jangan dijadikan instrumen kekuasaan.

Dia juga berharap para tokoh publik lainnya dapat tetap berperan positif di bidangnya masing-masing, sekaligus memberikan ruang bagi gereja untuk mengatur urusan internalnya secara mandiri.

“Gereja bukan alat politik siapa pun,” kata Fredi.

 

Jaga Independensi

Dia juga menyoroti pentingnya menjaga independensi lembaga pendidikan di bawah yayasan gereja agar tetap menjadi ruang akademik yang bebas dari kepentingan politik.

Ketika gereja kehilangan arah, maka iman jemaat pun goyah. HKBP harus kembali pada panggilan sucinya, bukan larut dalam permainan kekuasaan,” tambahnya.

Ia menyerukan agar seluruh pimpinan dan jemaat HKBP memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap keputusan gereja.

“Kami siap menggalang gerakan Selamatkan HKBP demi menegakkan kebenaran dan membersihkan lembaga rohani dari tangan-tangan kekuasaan. HKBP milik Tuhan, bukan milik politik dan bukan milik korporasi,” tutup Fredi Marbun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6