Dubes Pakistan Tawarkan Investasi dan Kerja Sama Pendidikan di Jawa Tengah, Gubernur Luthfi Sambut Positif 

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dan membawa investasi ke Jawa Tengah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan komoditas kopi.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 19:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dubes Pakistan tertarik investasi di Jawa Tengah.
  • Fokus investasi pada kopi, pendidikan, dan kesehatan.
  • Gubernur Jateng sambut baik, usulkan beasiswa dokter spesialis.

Liputan6.com,Semarang - Provinsi Jawa Tengah kembali menarik perhatian investor asing. Kali ini, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dan membawa investasi ke Jawa Tengah, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan komoditas kopi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Zahid saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam kunjungannya ke Kota Semarang pada Jumat, 31 Oktober 2025.

“Pakistan dan Indonesia menikmati hubungan persaudaraan yang sangat baik. Ada niat baik dan cinta yang luar biasa untuk saudara-saudari Indonesia. Kami ingin meningkatkan kolaborasi dengan Indonesia secara umum, terutama dengan Jawa Tengah,” kata Zahid usai pertemuan tersebut. 

Tertarik Kopi Jateng, Dubes Pakistan Siap Buka Kerja Sama Langsung dengan Petani 

 

Dalam kesempatan tersebut, Zahid menyoroti potensi besar yang dimiliki Jawa Tengah. Salah satunya adalah komoditas kopi, yang menurutnya termasuk salah satu biji kopi terbaik di dunia.

“Saya telah melihat potensi ekonomi Jawa Tengah. Dan kami telah menawarkannya kepada pemerintah (Pakistan),” jelasnya.

Ia menyebut, Pakistan sangat tertarik untuk mengimpor kopi langsung dari petani lokal di Jawa Tengah. Bahkan, telah ada rencana menyiapkan lahan khusus untuk perkebunan kopi sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap kerja sama ini.

Bangun Universitas dan Rumah Sakit Pakistan di Jawa Tengah 

 

Tak hanya berhenti pada komoditas, Zahid juga mengungkapkan rencana besar lainnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menyatakan minat untuk mendirikan universitas Pakistan di Jawa Tengah, dengan fokus pada pendidikan teknologi informasi (IT) dan kedokteran, serta menyediakan beasiswa bagi pelajar asal Jateng.

“Kami dengan senang hati mendatangkan investasi ke Jawa Tengah, bahkan dapat membantu mendirikan universitas Pakistan di Jawa Tengah, perguruan tinggi kedokteran dan rumah sakit Pakistan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, ketersediaan obat-obatan, hingga dukungan untuk paramedis.

Gubernur Luthfi Sambut Baik: Bukti Daya Tarik Investasi Jateng 

 

 

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia menilai ketertarikan Pakistan merupakan cerminan bahwa Jawa Tengah menjadi daerah yang menarik secara investasi.

“Beliau sangat tertarik dengan Jawa Tengah. Terima kasih duta besar Pakistan, sudah menyempatkan waktu datang ke tempat kita,” ujar Luthfi.

Gubernur juga menilai bahwa kerja sama di bidang kesehatan sangat relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam penyediaan tenaga medis dan dokter spesialis.

Namun ia menyoroti adanya batasan regulasi nasional yang belum memperbolehkan dokter asing praktik langsung di Indonesia. Untuk itu, Luthfi mengusulkan agar kerja sama diarahkan ke bidang pendidikan kedokteran, terutama bagi mahasiswa yang ingin menjadi dokter spesialis.

“Bagus sekali kalau ada beasiswa untuk dokter yang mau belajar spesialis di Pakistan,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6