Wakapolri Minta SPPG Polri Masak Menu MBG Lokal yang Disukai Anak-Anak

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan pentingnya pemenuhan gizi lokal yang disesuaikan dengan selera anak-anak penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menekankan pentingnya pemenuhan gizi lokal yang disesuaikan dengan selera anak-anak penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Menurut Dedi, cita rasa merupakan jembatan penting agar anak-anak tidak hanya makan karena kebutuhan, tetapi juga karena menyukai makanannya.

"Kandungan gizi yang tinggi akan lebih bermakna jika diolah dengan rasa yang disukai anak-anak. Inovasi menu lokal bukan hanya menjaga keberagaman kuliner Indonesia, tetapi juga memastikan anak-anak makan dengan senang hati setiap hari," ujar Dedi di Bali, melalui keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).

Ia menegaskan, esensi penting dari program MBG adalah membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dengan inovasi menu lokal, menurut Dedi, Polri tidak hanya ingin menonjolakn wajah humanis institusi, tapi juga menjaga keamanan dan menyehatkan bangsa.

"Itulah bagian dari tugas mulia Polri hari ini dan ke depan," ucap dia.

Sejauh ini, menurut Dedi, Polri telah mengoperasikan 233 unit SPPG dari total 692 unit yang dibangun secara nasional, dengan 70 unit siap operasional dan 389 unit dalam tahap pembangunan.

"Di Bali, setidaknya terdapat 10 unit SPPG di bawah pembinaan Polda Bali yang terdiri dari dua unit operasional (termasuk SPPG Plawa), empat unit siap operasional (100 persen), dan empat unit dalam tahap pembangunan," ucap dia.

"Adapun SPPG Plawa Polda Bali menjadi salah satu dapur percontohan yang telah beroperasi karena menunjukkan kinerja konsisten dalam pelayanan pangan bergizi yang higienis, lezat, dan bernilai gizi tinggi," tutup Dedi.

 

BPOM, Dinkes, Disdik hingga MUI Tinjau Langsung SPPG Polri Lampung Selatan, Sampaikan Apresiasi

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan (Dinkes), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Pendidikan Lampung Selatan serta Civitas Akademika Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke salah satu Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Polri di Lampung Selatan, pada Jumat 24 Oktober 2025.

SPPG Polri yang berlokasi di Mako Polres Lampung Selatan ini telah beroperasi sejak Senin 13 Oktober 2025 dan saat ini melayani 16 sekolah dengan total 2.025 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi serta komitmen antara Pemerintah dan Polri dalam upaya mitigasi risiko pangan, guna mendukung Program Unggulan Presiden melalui MBG.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala SPPG Polri Lampung Selatan Hidayatulloh yang dikelola oleh Zeni selaku Perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari.

Dalam kesempatan itu, Hidayatulloh menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan dari berbagai pihak.

"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan BPOM, Dinas Kesehatan, MUI Lampung, Dinas Pendidikan, Civitas Akademika, OKP Cipayung plus, Presma Bem Poltekkes serta pembina kami dari Polda Lampung," ujar Hidayatulloh, melalui keterangan tertulis Jumat 24 Oktober 2025.

"Melalui kesempatan ini, kami dapat memperlihatkan secara langsung proses kerja di SPPG, mulai dari pengambilan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat Program MBG," sambung dia.

 

Sampaikan Apresiasi

Sebagai bagian dari langkah pengawasan proaktif, perwakilan BPOM Lampung didampingi oleh Dinas Kesehatan, MUI, Civitas Akademika, OKP Cipayung Plus, Presma Bem Poltekkes, STAI (Universitas Islam Mandiri) dan Bid Dokkes Polda Lampung melakukan uji cepat (rapid test) terhadap sampel pangan yang akan disajikan kepada penerima manfaat.

"Alhamdulillah, hasil uji cepat yang kami lakukan bersama Tim Dinas Kesehatan, MUI Lampung, dan Bid Dokkes Polda Lampung beserta Civitas Akademika Provinsi Lampung melalui Presma BEM Poltekkes serta HMI Lampung Selatan sebagai perwakilan OKP Cipayung Plus menunjukkan bahwa sampel pangan dinyatakan aman dan bebas dari kandungan zat berbahaya penyebab keracunan," ucap perwakilan BPOM Lampung.

Lebih lanjut, BPOM Lampung memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas upayanya dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi Polri atas keberhasilannya memitigasi risiko keracunan. Upaya ini sejalan dengan komitmen kami dalam menjamin keamanan pangan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat Program MBG," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan MUI Lampung juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polri dalam memastikan keamanan dan kehalalan pangan yang disajikan.

"Kami dari MUI Lampung sangat mengapresiasi upaya Polri dalam menjaga keamanan dan kehalalan pangan di SPPG ini. Proses yang dilakukan sudah sesuai dengan prinsip thayyib dan higienis," terang Ketua harian MUI Provinsi Lampung KH Suryani.

"Ini penting agar program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyehatkan, tetapi juga sesuai dengan tuntunan syariat Islam," sambung dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6