TNI dan Tentara Australia Uji Teknologi Reverse Osmosis, Hasilkan Air Layak Minum di Bayah Banten

Daniel menjelaskan, simulasi ini dirancang seolah wilayah Bayah tengah dilanda bencana alam yang mengganggu pasokan air bersih.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 10:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNI dan ADF simulasi penyediaan air bersih di Banten untuk bencana.
  • Kegiatan ini bagian dari FTX Bhakti Kanyini Ausindo 2025 misi kemanusiaan.
  • Teknologi Reverse Osmosis mengolah air sungai menjadi layak minum.

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkolaborasi dengan Australian Defence Force (ADF) dalam simulasi penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana alam di Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Field Training Exercise (FTX) Bhakti Kanyini Ausindo 2025, yang berfokus pada misi kemanusiaan dan tanggap darurat.

Di bawah terik matahari pesisir selatan Banten, sejumlah prajurit TNI dan personel ADF bahu-membahu menyiapkan peralatan penjernihan air. Dengan kendaraan berteknologi reverse osmosis (RO), air sungai keruh diolah menjadi air layak minum.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan penjernihan air menggunakan kendaraan RO untuk mengolah air sungai di daerah Panggarangan agar dapat dikonsumsi masyarakat,” ujar Letnan Dua Czi Daniel Andika Putra Sidauruk, S.Tr.Han, perwira pendamping TNI dalam latihan tersebut, Rabu (29/10/2025).

Daniel menjelaskan, simulasi ini dirancang seolah wilayah Bayah tengah dilanda bencana alam yang mengganggu pasokan air bersih. Proses penjernihan dimulai dengan pengambilan air dari sungai, kemudian diendapkan dan disaring melalui lapisan pasir, arang, dan kapas. Jika air terlalu keruh, kaporit ditambahkan dalam kadar aman.

“Hasilnya, air yang dihasilkan memiliki standar sama dengan air mineral kemasan. Setelah diuji dengan alat milik ADF, kandungan air dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Teknologi RO ini, kata Daniel, menggunakan bahan bakar solar dan mampu memproduksi antara 200 hingga 250 liter air bersih per jam, tergantung kapasitas bahan bakar. Menariknya, alat tersebut juga dapat menyesuaikan jenis air yang akan diolah, baik air tawar maupun air laut dengan sistem pengaturan otomatis.

“Kalau mau ubah dari air tawar ke air laut tinggal menekan tombol pengaturannya saja,” ujarnya.

 

 

Pentingnya Diplomasi Kemanusiaan dalam Menghadapi Krisis

Dari pihak Australia, Flight Lieutenant Travis Banks dari Royal Australian Air Force yang memeriksa kualitas air hasil olahan TNI mengaku kagum dengan hasilnya.

“Saya pikir hasilnya aman dikonsumsi karena sudah menjalani tahapan penjernihan dan pematangan yang membunuh bakteri. Kami sudah lakukan pengecekan dengan peralatan kami, dan hasilnya air ini sangat berkualitas dan aman diminum,” ujar Banks.

Ia menilai, kolaborasi antara TNI dan ADF ini membuktikan pentingnya diplomasi kemanusiaan dalam menghadapi situasi krisis, terutama di wilayah rawan bencana seperti pesisir selatan Banten.

“Air adalah hal yang krusial dalam situasi darurat. Teknologi seperti ini benar-benar dibutuhkan masyarakat terdampak bencana,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Tentara Nasional Indonesia (disingkat menjadi TNI) adalah nama untuk angkatan bersenjata dari negara Indonesia.
    Tentara Nasional Indonesia (disingkat menjadi TNI) adalah nama untuk angkatan bersenjata dari negara Indonesia.
    TNI
  • ADF