Kukar Peringati Hari Santri 2025, Tekankan Pentingnya Santri Sehat Jasmani dan Rohani

Pemkab Kukar memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan kegiatan Senam Santri di Taman Tanjong, menegaskan pentingnya santri yang sehat jasmani dan rohani sebagai generasi siaga penopang pembangunan dan penyangga IKN.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 11:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kukar peringati Hari Santri 2025 dengan Senam Santri, gabungkan religius dan sehat.
  • Peringatan ini tekankan pentingnya santri sehat jasmani rohani hadapi tantangan.
  • Santri diharapkan jadi generasi siaga, penopang pembangunan, dan penyangga IKN.

Liputan6.com, TENGGARONG Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan cara unik dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan Senam Santri di Taman Tanjong, Sabtu (18/10/2025), ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan tumpah ruah mengikuti kegiatan yang menggabungkan nilai religius dan gaya hidup sehat.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kukar, Dafip Haryanto, hadir mewakili Bupati Kukar. Dalam sambutan yang ia bacakan, disebutkan bahwa peringatan Hari Santri bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan pentingnya membentuk santri yang sehat secara jasmani dan rohani.

“Kesehatan fisik dan ketenangan rohani adalah kunci bagi para santri dalam menjalani aktivitas belajar sekaligus menghadapi tantangan kehidupan dengan semangat dan produktivitas,” ujar Dafip membacakan pesan Bupati.

Santri Siaga, Penopang Pembangunan dan Penyangga IKN

Dafip menegaskan, santri yang kuat secara fisik dan mental akan menjadi bagian dari generasi siaga, yaitu generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah. Santri diharapkan tak hanya tangguh menghadapi perubahan zaman, tetapi juga menjadi penggerak utama kemajuan di Kutai Kartanegara.

Ia juga menyoroti peran santri dalam mendukung Kukar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, kualitas sumber daya manusia santri akan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan peran strategis tersebut.

“Santri harus mampu mengamalkan ilmu, nilai keislaman, dan kekuatan mental untuk menangkal hoaks, radikalisme, serta perilaku negatif. Mereka juga perlu aktif menghadirkan solusi dan inovasi di tengah masyarakat,” tutup Dafip.

Peringatan Hari Santri di Kukar tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan serta memperkuat peran santri sebagai garda terdepan dalam membangun bangsa, khususnya di daerah yang memiliki peran strategis bagi pembangunan nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6