Liputan6.com, Jakarta Di tengah terik matahari, Selasa (21/10/2025), empat orang lelaki memegang cangkul, menyelesaikan tugasnya menggali kubur di TPU Cikoko Barat. Hanya ada satu liang kubur yang disiapkan untuk pemakaman hari itu.
Dari kejauhan, seorang petugas penjaga makam, Slamet terlihat menyapu dedaunan kamboja yang gugur. Sambil beristirahat, Slamet menceritakan kondisi TPU belakangan ini. Tidak ada tempat baru untuk pemakaman.
Di TPU dengan luas lebih dari 3.600 meter persegi ini, sudah ada lebih dari 2.000 petak makam. Tidak ada ruang lagi untuk makam baru. Keluarga yang ingin memakamkan kerabatnya di sana, terpaksa menumpang pada ‘jenazah lain’.
Advertisement
“Kemarin ada kuburan baru, tumpuk juga. Kalau yang itu tumpuk juga, sudah tumpuk tiga,” kata dia menunjuk ke arah tumpukan tanah merah yang masih basah, TPU Cikoko, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).
Pantauan di TPU Cikoko, satu batu nisan terukir empat nama jenazah. Jumlah jenazah yang ditumpang dalam satu liang, menyesuaikan izin dari ahli waris keluarga.
“Kalau di sini, lima. Kalau ahli warisnya setuju, lima. Kayak ini kan empat. Kalau ini kan empat. Ini atas dua, bawah dua. Kalau ini tiga,” jelas dia sambil menunjukkan salah satu makam tumpang.
Slamet menceritakan, ada kalanya dalam satu liang lahat dibuat dua lapis untuk empat jenazah yang ditumpuk.
“Yang ini, jenazahnya dua dia atas, dua di bawah,” singkatnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3454698/original/026486500_1620732953-20210511-Pemprov-DKI-JKT-Larang-Ziarah-Kubur-saat-Lebaran-TALLO-3.jpg)
Terpaksa Menggeser Jenazah Lama
Panji, salah satu penggali kubur di TPU Cikoko juga bercerita. Pemakaman jenazah dengan cara ditumpang akibat tidak adanya lahan. Sejak awal bulan ini, hanya ada tiga pemakaman yang dilakukan. Semuanya terpaksa harus dilakukan dengan cara ditumpuk.
Sambil membersihkan alat galian, panji mengaku proses penggalian makam tumpang lebih mudah. Namun, saat berada di dalam liang lahat, kondisi berbeda harus dihadapi. Panji memberikan contoh ketika dia memakamkam jenazah dengan cara ditumpuk.
Dia harus menggeser jenazah yang lama. Tulang yang ada dirapikan dan dikumpulkan jadi satu agar ruang yang tersisa bisa digunakan untuk jenazah baru. Atau, Panji menggali lubang baru ke arah samping jika tidak memungkinkan menggeser jenazah.
“Kalau ketemu jenazah lama ya digeser ke sebelahnya. Kalau tidak bisa digeser, bikin lubang baru di situ,” terang dia.
Menurut Panji, kebanyakan makam di TPU Cikokok diisi lebih dari dua jenazah dengan sistem tumpang.
“Mungkin ada yang isinya tiga, ada yang isinya lima, tergantung keluarganya. Sampai 20 bisa tergantung keluarganya,” katanya sambil berteduh di bawah pohon kamboja.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214187/original/007587800_1526376513-20180515-Pembaca-Doa-MER-ISN2.jpg)
Advertisement
Jarak Antar Makam 20 cm
Cerita hampir sama terjadi di TPU Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di pemakaman ini, satu petak makam tidak boleh diisi lebih dari tiga jenazah.
"Normalnya sih paling kalau untuk kedalaman sampai tiga jenazah," kata penjaga TPU Kebagusan, Dedi saat ditemui di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Dilansir Antara.
Pemakaman dengan sistem tumpang ini mulai diterapkan sejak 2015. Tahun ini, pengelola TPU sudah tidak lagi menerima pemakaman di lahan baru. Pemakaman hanya diterima dengan sistem tumpang.
”Untuk penutupannya itu baru beberapa tahun belakangan, penutupan makam baru ya bukan makam tumpang. Kalau tumpang kita terima terus setiap hari," ucapnya.
Petak makam di TPU yang memiliki luas lahan 8.000 meter sangat padat. Jarak antar makam terbilang tidak normal, hanya 20 sentimeter (cm).
"Semeter enggak sampai. Paling ada yang sampai ke 20 cm per makam gitu kan. Karena memang udah full tumpang," ucapnya.
Lahan Makam di TPU Penuh
Untuk diketahui, sembilan tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta Selatan (Jaksel) tak menerima lagi makam baru karena lahan di sembilan TPU tersebut sudah penuh.
"TPU tersebut meliputi Tanjung Barat, Jagakarsa, Kampung Kongsi, Grogol Selatan, Kebagusan, Pisangan, Pejaten Timur, Pejaten Barat, dan Cikoko," kata Kepala Seksi Jalur dan Pemakaman Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Arwin Adlin Barus.
Tak hanya di Jakarta Selatan, 11 Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Provinsi DKI di Jakarta Barat telah menerapkan sistem makam tumpang karena lahan untuk makam baru tidak lagi tersedia.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Dirja Kusuma mengatakan 11 makam tersebut, yakni TPU Tegal Alur, TPU Utan Jati, TPU Joglo, TPU Kamal, TPU Sukabumi Selatan, TPU Grogol Kemanggisan, TPU Duri Kepa, TPU Kober, TPU Semanan, TPU Slipi dan TPU Tanah Merah.
Advertisement
Usulan Makam Bertingkat
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan usulan mengenai pemakaman bertingkat atau vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta masih dikaji.
"Pemakaman umum memang sekarang menjadi masalah dan sekarang sedang dikaji. Ada usulan, tapi belum menjadi keputusan apakah diperbolehkan untuk dilakukan bertingkat, dan ini sudah diusulkan," kata Pramono di Jakarta.
Pram mengakui keterbatasan lahan TPU menjadi masalah seiring perkembangan Kota Jakarta saat ini. Maka dari itu, selain pemakaman bertingkat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mengusulkan TPU di luar Jakarta.
"Beberapa mengusulkan untuk membuat pemakaman di luar Jakarta. Sekarang sedang kami pikirkan, sebentar lagi akan saya putuskan," ucap Pramono.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387414/original/059327900_1761040706-TPU_Cikoko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7493306/original/003359200_1780265854-Kebakaran_Rumah_Dinas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3454699/original/031013700_1620732954-20210511-Pemprov-DKI-JKT-Larang-Ziarah-Kubur-saat-Lebaran-TALLO-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524017/original/064231700_1772882927-WhatsApp_Image_2026-03-07_at_5.01.17_PM.jpeg)