Swasembada Pangan Dicapai Setahun, Prabowo: Ini Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Republik Indonesia

Presiden juga memaparkan capaian produksi nasional yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 23:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo apresiasi swasembada pangan tercapai 1 tahun, lebih cepat dari target 4 tahun.
  • Produksi beras nasional capai rekor 31,33 juta ton Januari-Oktober 2025.
  • Reformasi pangan dan kenaikan HPP tingkatkan kemandirian serta kesejahteraan petani.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian sektor pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dalam rapat paripurna satu tahun Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan bahwa target swasembada pangan yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

“Di bidang pangan ini salah satu prestasi kita yang sangat melegakan. Saya memberi waktu empat tahun untuk kita kembali swasembada, ternyata tim pangan kita berhasil. Insyaallah swasembada dalam satu tahun, Saudara-saudara,” ujar Prabowo dalam rapat kabinet di Jakarta, 20 Oktober 2025.

Presiden juga memaparkan capaian produksi nasional yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

“Kita punya produksi nasional Januari–Oktober mencapai 31.338.197 ton. Ini adalah produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Jadi, ya boleh kita tegakkan kepala kita dengan penuh kehormatan. Saya kasih target empat tahun, mereka hasilkan dalam satu tahun,” ucapnya.

Data resmi Kementerian Pertanian mencatat, produksi beras nasional Januari–Oktober 2025 mencapai 31,33 juta ton, sementara Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang masa. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 124,36, juga merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

 

Konsistensi Kebijakan dan Keberanian Reformasi Pangan

Pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen menjadi Rp6.500 per kilogram, disertai langkah tegas terhadap oknum atau perusahaan yang mempermainkan harga di lapangan.

Prabowo menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi kebijakan dan keberanian melakukan reformasi di sektor pangan, mulai dari deregulasi kebijakan, intensifikasi lahan, hingga pengamanan ekosistem produksi pangan.

“Reformasi di sektor pangan tidak hanya mendorong kemandirian pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani di tengah ketidakpastian global,” kata Prabowo.

Keberhasilan mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru sektor pertanian nasional, sekaligus membuktikan bahwa pertanian kini menjadi fondasi utama ekonomi Indonesia yang lebih efisien, produktif, dan berkeadilan bagi petani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6