Wamenaker Tekankan Relevansi Pelatihan dengan Dunia Industri untuk Tingkatkan Penyerapan Kerja

Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan pentingnya pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Ia juga menyoroti potensi besar sektor peternakan di Langkat sebagai penggerak ekonomi dan pendukung ketahanan pangan nasional.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wamenaker dorong Tailor Made Training (TMT) untuk relevansi pelatihan kerja industri.
  • Pelatihan relevan tingkatkan daya saing tenaga kerja dan serapan di industri lokal.
  • Pengembangan peternakan di Langkat dukung ketahanan pangan dan ciptakan lapangan kerja.

Liputan6.com, Langkat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyebut bahwa Tailor Made Training (TMT) merupakan wujud komitmen nyata Kementerian Ketenagakerjaan untuk menghadirkan pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Ia menilai, langkah ini penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Sebenarnya, apa yang dikerjakan pemerintah sudah maksimal, tapi kadang kolaborasi antara hasil pelatihan dan kebutuhan industri belum nyambung. Karena itu, tugas kita sekarang adalah menyinkronkan agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Apa yang dibutuhkan industri di situ, itulah yang akan kita latih,” ujar Wamenaker Afriansyah saat membuka Pelatihan TMT dan Koperasi Merah Putih di Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (18/10/2025).

Pelatihan Relevan Dorong Penyerapan Tenaga Kerja 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menegaskan bahwa pendekatan pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan industri menjadi faktor penting untuk memastikan lulusan memiliki peluang kerja nyata. Menurutnya, cara ini tidak hanya meningkatkan daya saing tenaga kerja, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kesesuaian antara pelatihan dan kebutuhan industri sangat penting. Dengan menyesuaikan materi pelatihan dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, lulusan dapat lebih cepat terserap di dunia kerja sekaligus mendukung pengembangan sektor industri setempat,” ujar Wamenaker.

Dorong Pengembangan Peternakan untuk Ketahanan Pangan 

Dalam kesempatan yang sama, Wamenaker mendorong pengembangan industri peternakan di Langkat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Di Langkat ini banyak industri peternakan yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kami berharap dengan tumbuhnya industri peternakan, penyerapan tenaga kerja di daerah ini bisa maksimal,” jelasnya.

Ia menyoroti bahwa potensi peternakan di Kabupaten Langkat sangat menjanjikan dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan aktif dari pemerintah daerah dan para pelaku usaha, sektor peternakan diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam menjaga ketersediaan serta kestabilan pangan di Indonesia.

“Potensi usaha peternakan di Langkat luar biasa. Di tengah dorongan Presiden Prabowo untuk menggalakkan ketahanan pangan, sektor ini bisa menjadi pondasi kuat bagi ketersediaan pangan nasional,” tambahnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6