Setahun Pemerintahan, Ini Catatan dan Evaluasi Prabowo untuk Para Menteri

Pemerintah Presiden Prabowo terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan agar program kerja berjalan sesuai rencana.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Satu tahun berlalu sejak Prabowo-Gibran didaulat memegang mandat rakyat sebagai presiden dan wakil presiden. Berbagai langkah strategis mulai dijalankan. Memang belum sempurna seratus persen, namun ada rasa optimisme yang membuncah. Berbagai tantangan perlu dihadapi, apalagi ada ekspektasi yang tinggi dari masyarakat. 

Satu visi dan satu misi, tak ada lagi ego dan kepentingan satu golongan saja, semua menteri bekerja hanya untuk satu tujuan pasti: menyejahterakan masyarakat.  

Presiden Prabowo Subianto sendiri mengibaratkan Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya seperti tim sepak bola. Prabowo menyebut dirinya merupakan manajer pelatih (manager coach). Sedangkan menteri dan wakil menteri (wamen) merupakan pemain.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna satu tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang kabinet ini dihadiri para menteri, wamen, kepala badan, penasihat khusus, hingga utusan khusus presiden.

"Kalau kita ibarat tim sepakbola saya boleh dianggap sebagai manager coach, saudara adalah pemain-pemain," kata Prabowo.

"Saudara-saudara ada dalam babak-babak pertama ini, awal-awal kita ada yang striker, ada yang bertahan, ada yang cadangan, masih nunggu kapan diperankan secara maksimal," sambungnya.

Dia mengapresiasi anggota kabinetnya yang telah menjalankan dan merealisasikan program-program kerja pemerintahan. Prabowo juga berterima kasih kepada jajaran kabinet yang bekerja keras demi masyarakat.

"Sudah bergerak masing-masing saya terima kasih, tapi saya paham ada yang saya gunakan pertama-tama sebagai striker untuk merebut hasil tebaik cepat," tuturnya.

Prabowo menyebut kabinetnya berasal dari berbagai latar belakang suku dan partai politik, namun tetap kompak. Dia berkelakar ada partai politik yang berjuang bersama saat Pilpres 2024, namun ada juga yang bergabung saat resmi dilantik sebagai Presiden RI.

Prabowo berterimakasih kepada para menteri yang berasal dari berbagai sumber yang berbeda-beda, daerah yang berbeda-beda, suku dan agama berbeda-beda, dari partai politik yang berbeda-beda, ada yang partai politik yang berjuang dalam koalisi kita di pemilu pilpres, ada juga yang tidak, tapi kemudian sadar dan bergabung, sadar terpanggil, demi satu tujuan Indonesia sejahtera.

 

Tak Segan Copot Menteri

demi menjaga kekompakan, Presiden Prabowo Subianto berencana kembali menggelar retreat untuk para anggota Kabinet Merah Putih. Seperti halnya tahun lalu usai pelantikan, Prabowo menggelar retreat kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang selama beberapa hari. Karena itu, Prabowo berpikir menggelar kembali retreat kabinet setelah 1 tahun pemerintahan.

"Saya berfikir mungkin 1 tahun perlu juga retreat lagi. Rupanya saudara-saudara nostalgia ingin tinggal di tenda," ujar Prabowo disambut tepuk tangan dan tawa para anggota kabinet.

Prabowo menyampaikan sidang kabinet paripurna digelar bertepatan dengan satu tahun pemerintahannya. Dia mengumpulkan para anggota kabinet untuk melihat program-program yang sudah dikerjakan selama satu tahun terakhir.

"Kita bersyukur dapat melaksanakan sidang kabinet paripurna pada 20 Oktober 2025 yaitu tepat 1 tahun saya dilantik disumpah di MPR kita sebagai presiden Republik Indonesia dan karena itu saya kira saudara-saudara tepatlah kita berkumpul untuk kita melihat apa yang sudah kita kerjakan 1 tahun ini," jelas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja para menterinya menjelang satu tahun pemerintahannya pada 20 Oktober 2025 mendatang. Meski begitu, Prabowo menegaskan dirinya juga tak segan mencopot menteri yang nakal usai diperingati berkali-kali.

Prabowo mengatakan dirinya akan memberikan peringatan sebanyak 3 kali apabila ada menteri yang nakal. Jika tak ada perubahan usai diberi peringatan, Prabowo akan langsung melakukan reshuffle atau perombakan kabinet dan mencopot menteri yang nakal itu.

"Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti," ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan orasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Menurut dia, hal ini dilakukannya demi kebaikan bangsa dan rakyat Indonesia. Prabowo menuturkan dirinya tak boleh mengasihani pejabat-pejabat yang merugikan rakyat.

"Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan yang kasihan rakyat Indonesia," ucap Prabowo.

Prabowo mengaku dirinya juga tak masalah dibenci oleh koruptor hingga penipu yang merugikan Indonesia. Dia tak takut apabila para koruptor itu mengerahkan aksi demonstrasi di Indonesia.

"Saya nggak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor manipulator penipu-penipu yang serakah enggak apa-apa, enggak ada urusan," tutur dia.

"Saya dikasih peringatan, 'Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo'. Enggak ada urusan yang penting rakyat Indonesia mendukung saya, saya tidak ragu-ragu," sambung Prabowo.

Kerja Keras Kabinet

Presiden Prabowo Subianto memuji kerja keras anggota Kabinet Merah Putih yang bekerja tanpa mengenal waktu. Prabowo pun meminta maaf kepada anggota kabinet dan keluarganya karena sering menyita waktu istirahat mereka untuk kepentingan negara.

"Saya juga mohon maaf, terutama kepada keluargamu karena saya sering menyita hari istirahatmu," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dia menyebut kabinetnya tak mengenal tanggal merah atau hari libur. Prabowo menceritakan dirinya kerap menghubungi para menteri di malam atau pagi hari terkait urusan kenegaraan.

"Sepertinya di kabinet kita tidak ada tanggal merah. Sabtu, Minggu, malam-malam, dan kadang-kadang saya telepon malam-malam sekali atau pagi-pagi sekali Saudara langsung jawab. Saya tidak mengerti, mungkin teleponnya di sebelah bantal," jelasnya disambut tawa anggota kabinet.

Prabowo percaya diri berdiri di depan rakyat di satu tahun pemerintahan. Dia menegaskan bahwa seluruh kerja keras kabinet selama satu tahun terakhir telah membuahkan hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kita, saya kira, boleh berdiri di depan rakyat kita dengan rasa penuh kehormatan dan kepercayaan diri. Kita telah bekerja keras, tapi kita telah menghasilkan hal-hal yang dirasakan oleh rakyat," ujar Prabowo.

Catatan dan Evaluasi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan bongkar pasang atau perubahan nomenklatur kementerian dalam satu tahun pemerintahannya. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sudah tiga kali terjadi reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih.

Prasetyo membantah perubahan nomenklatur ini karena pemerintah masih mencari kekuatan dan tak ada perencanaan. Prasetyo mengatakan, perubahan nomenklatur kementerian bagian dari hasil evaluasi bahwa ada sektor yang perlu diperkuat dan ada pula yang harus dirampingkan.

"Ya enggak dong. Kan dalam perjalanannya itu kan selalu tidak mungkin suatu perencanaan sejak awal itu sudah terlihat sempurna atau sudah digambarkan sempurna. Nah dalam perjalannya kan kita menemukan bahwa, oh di sektor ini kita butuh perkuatan, oh di sektor ini terlalu besar kita butuh perampingan," jelas Prasetyo kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).

Dia menuturkan, pemerintah terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan agar program kerja berjalan sesuai rencana. Prasetyo lantas mencontohkan soal banyaknya pondok pesantren yang tak memiliki izin bangunan, sehingga pemerintah menambah direktorat khusus untuk menangani masalah tersebut.

"Contohnya, kita menemukan hampir sebagian besar pondok pesantren tidak memiliki izin bangunan. Kita lalai selama ini. Ya masa kemudian enggak boleh kita menambah satu direktorat khusus menangani masalah pondok pesantren dari sisi keamanan bangunan?" tuturnya.

Prasetyo mengajak semua pihak untuk berpikir secara substansif. Menurut dia, pemerintah sudah melakukan perencanaan sejak awal, namun ternyata masih ada hal-hal yang harus dibenahi dan diperbaiki seiring berjalannya waktu.

"Ibarat pemain bola, kita merasa sudah main jago semua. Ya latihan setiap hari belum tentu menang, begitu main ternyata kita harus lakukan perubahan, kita janji," ujar Prasetyo.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Selain itu, Prabowo juga membentuk Badan Pengaturan BUMN, hasil perubahan dari Kementerian BUMN.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6