Aksi Ammar Zoni Edarkan Narkoba dari Dalam Lapas Terungkap Lewat Sidak

Artis Ammar Zoni (MMA alias AZ)) aktif mengedarkan narkoba untuk para tahanan meski tengah berada di bilik jeruji besi. Dia menggunakan aplikasi Zangi untuk mengelabui petugas.

Diterbitkan 10 Oktober 2025, 17:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Artis Ammar Zoni (MMA alias AZ) saat ini tengah mendekam di dalam rumah tahanan atau Rutan Salemba karena kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

Namun nyatanya, Ammar Zoni aktif mengedarkan narkoba untuk para tahanan meski tengah berada di bilik jeruji besi. Dia menggunakan aplikasi Zangi untuk mengelabui petugas.

Menurut Kasie Pidum Kejari Jakpus Fatah Chotib Uddin, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, pihaknya telah melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau Tahap 2 untuk perkara enam tersangka yaitu inisial MAA Alias AZ, A, AP, AM Alias KA, ACM, dan MR dari dari Polsek Cempaka Putih pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Merespons hal itu, Kabag Humas dan Protokol di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Aprianti pelanggaran yang dilakukan oleh Ammar Zoni, merupakan hasil deteksi dini Kepala Rutan Salemba dan jajaran terhadap ancaman peredaran narkoba di dalam lapas.

"Kepala Rutan Salemba dan jajaran melakukan sidak yang memang rutin dilaksanakan, setelah mendapati adanya barang terlarang dari warga binaan atas nama AZ, petugas Rutan Salemba langgung berkoordinasi dan melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Rika dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (10/10/2025).

Rika menegaskan, pihak lembaga pemasyarakatan menetapkan zero tollerance terhadap para warga binaan yang melanggar hukum. Jika mereka terlibat, maka sanksi tegas akan ditegakkan.

"Pasti terhadap pelanggran yang terjadi, siapa pun yang terbukti terlibat akan diberi sanksi dan hukuman sesuai peraturan yang berlaku," tandas dia.

 

Menjalankan Aksi Lewat Aplikasi Khusus

Brigjen Eko Hadi Santoso dari Bareskrim Polri menjelaskan, peredaran dilakukan yang bersangkutan menggunakan aplikasi bernama Zangi.

Zangi mempersulit penyelidikan aparat sebab aplikasi tersebut menggunakan pengiriman bersifat pesan privat yang dikembangkan untuk menjamin keamanan digital para penggunanya. Keamanan Zangi dimulai dari fondasi utamanya, enkripsi end-to-end tingkat militer (AES-256).

Semua bentuk komunikasi baik itu pesan teks, panggilan suara, panggilan video, hingga transfer file dilindungi oleh lapisan enkripsi yang sangat kuat. Artinya, hanya pengirim dan penerima yang memiliki kunci untuk membuka isi pesan.

Inilah yang membuat Zangi selangkah lebih maju dari aplikasi pesan aman lainnya. Zangi mengklaim sebagai aplikasi pertama yang mengadopsi model desentralisasi sepenuhnya.

Berbeda dengan aplikasi lain yang menyimpan data atau metadata pada server terpusat, Zangi tidak memiliki server sama sekali untuk menyimpan riwayat komunikasi pengguna.

 

Seluk Beluk Aplikasi yang Dipakai Ammar Zoni dan Pengedar Narkoba

Lalu, apakah itu aplikasi Zangi? Aplikasi Zangi merupakan sebuah platform komunikasi yang dirancang dengan tingkat keamanan super ketat, menjadikannya pilihan ideal untuk menghindari pantauan aparat.

Tanpa perlu nomor telepon dan dilengkapi enkripsi end-to-end, aplikasi ini menyulitkan polisi melacak aktivitas pengguna. Tren penggunaan Zangi oleh pelaku kejahatan narkotika terkuak dalam sejumlah pengungkapan kasus besar oleh Bareskrim Polri maupun jajaran polda.

Zangi diketahui sebagai aplikasi pengiriman pesan privat yang dikembangkan untuk menjamin keamanan digital para penggunanya.

Berdasarkan informasi dari situs resminya, aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon dan mengklaim tidak meninggalkan jejak data pada server mereka. Meski aplikasi ini menyulitkan pelacakan, tim kepolisian berhasil mengungkap sejumlah jaringan narkoba yang memanfaatkannya.

Keamanan Zangi dimulai dari fondasi utamanya, enkripsi end-to-end tingkat militer (AES-256).

Semua bentuk komunikasi baik itu pesan teks, panggilan suara, panggilan video, hingga transfer file dilindungi oleh lapisan enkripsi yang sangat kuat. Artinya, hanya pengirim dan penerima yang memiliki kunci untuk membuka isi pesan.

Inilah yang membuat Zangi selangkah lebih maju dari aplikasi pesan aman lainnya. Zangi mengklaim sebagai aplikasi pertama yang mengadopsi model desentralisasi sepenuhnya.

Berbeda dengan aplikasi lain yang menyimpan data atau metadata pada server terpusat, Zangi tidak memiliki server sama sekali untuk menyimpan riwayat komunikasi pengguna.

 

Registrasi Anonim, Kebijakan Tanpa Pengumpulan Data

Zangi menghilangkan kelemahan ini. Pengguna dapat mendaftar tanpa memberikan nomor telepon, alamat email, atau informasi pribadi lainnya. Sebagai gantinya, aplikasi akan secara otomatis menghasilkan ID pengguna unik.

Fitur anonimitas tersebut memberikan lapisan perlindungan ekstra, membuatnya sangat sulit untuk melacak siapa sebenarnya di balik sebuah akun. Pada era digital di mana data adalah komoditas, Zangi mengambil sikap tegas dengan tidak mengumpulkan data pengguna sama sekali.

Mereka tidak melacak metadata seperti siapa yang Anda hubungi, kapan, atau dari mana. Kebijakan ini memastikan bahwa tidak ada jejak digital yang tertinggal yang dapat digunakan untuk menganalisis pola komunikasi atau jaringan sosial pengguna. Privasi pengguna benar-benar dijaga secara absolut.

Kombinasi dari berbagai fitur tersebut, menciptakan sebuah ekosistem komunikasi yang nyaris kedap sadap dan pelacakan. Inilah alasan mengapa Zangi menjadi pilihan Ammar Zoni dan jaringannya untuk mengoordinasikan transaksi sabu dan tembakau sintetis di dalam Rutan Salemba.

Mereka bisa dengan bebas mengatur logistik, dari penerimaan barang dari luar hingga distribusi di dalam sel, tanpa rasa khawatir percakapan mereka akan terbaca.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6