Liputan6.com, Jakarta Perburuan terhadap sosok hacker atau peretas dengan nama Bjorka, berakhir. Pemuda berinisial WFT (22), disebut-sebut sebagai orang yang mengendalikan akun dengan nama Bjorka di forum dark web.
Bjorka disebut-sebut sebagai peretas 4,9 juta data orang Indonesia. Dia menjual data tersebut di situs gelap.
Penangkapan dilakukan oleh Siber Polda Metro Jaya di rumahnya, Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, pada Selasa, 23 September 2025. Dalam video yang diterima, beberapa polisi berpakaian sipil masuk ke dalam sebuah rumah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5368990/original/025627900_1759405008-96cf1724-3b92-4866-8533-87e169e55cc5.jpg)
Ditemani Dua Wanita
Dalam sebuah rekaman video berdurasi 25 detik yang diterima Liputan6.com, WFT alias Bjorka terlihat tak berkutik di kursi panjang. Saat itu, ada dua orang wanita yang mendampingi. Mereka hanya bisa duduk terpaku, menyaksikan polisi menginterogasi WFT.
WFT mengenakan kaos hitam lusuh dan celana pendek. Wajahnya nampak tegang saat ditanyai polisi. Seorang petugas menunjuk handphone yang diduga dipakai untuk melakukan kejahatan.
“Yang ini handphone kamu?” tanya polisi dalam video. WFT mengangguk kepala.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5368992/original/004934500_1759405276-IMG_9784.jpeg)
Advertisement
Benarkah Sosok Bjorka Asli?
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary mengatakan, penyidik masih mendalami kaitan WFT dengan sosok Bjorka yang sempat bikin heboh satu Indonesia beberapa waktu lalu.
"Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya penyidik masih terus lakukan pendalaman mengenai berapa yang sudah didapat oleh pelaku kemudian pendalaman-pendalaman lainnya masih terus dilakukan terkait dengan kesamaan nama, ini juga masih terus dilakukan pendalaman," singkat dia kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).
Sebelumnya, meski memiliki sejumlah nama di dark web, seperti SkyWave, Shint Hunter, sampai Opposite6890, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus tak mau memberikan kesimpulan lebih jauh, bahwa WFT juga terlibat berbagai kasus pembobol data pribadi yang selama ini terjadi di Indonesia.
Adapun, hacker Bjorka dikaitkan dengan dugaan bocornya 6,6 juta data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di mana sempat muncul data Jokowi sampai Sri Mulyani, kemudian dugaan membobol dan menjual 34 juta data paspor orang Indonesia, lalu mengklaim bank BCA telah diserang oleh kelompok ransomware, sampai peretasan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
"Jawabannya, saya bisa jawab mungkin. Apakah Bjorka 2020, mungkin, apakah Opposite6890 yang dicari-cari, mungkin," kata Fian di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menurut dia, di dalam dunia siber semua orang bisa jadi siapa saja. Karena itulah polisi masih membutuh waktu untuk memastikan lebih jauh sosok WFT.
Anak Yatim Piatu
WFT (22) atau yang dikenal dengan nama samaran hacker Bjorka ditangkap polisi. Hasil pemeriksaan sementara, dia sudah berselancar di forum dark web sejak lima tahun terakhir atau kisaran tahun 2020.
Kejahatan dilakukannya yakni menjual data-data penting yang diklaim berasal dari berbagai institusi dalam maupun luar negeri.
WFT menyebut dari aksinya itu dia meraup untuk keuntungan menggiurkan. Nilainya mencapai puluhan juta Rupiah. Uang itu dipakainya buat biaya kehidupan sehari-hari.
"Dari hasil tracing, dia gunakan untuk kebutuhan pribadi. Karena kan ternyata dia anak yatim piatu," kata Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).
Tidak cuma buat dirinya, WFT juga membagi uang yang dia dapat untuk menghidupi keluarga terdekat.
"Dia anak tunggal, tapi dia menghidupi semua keluarga-keluarga dekatnya," ucap dia. 2 dari 4 halaman
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370057/original/004570200_1759486289-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_17.09.19.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)