Satgasus dan Macet Horror Gatot Subroto Jakarta

Satgas ini akan membantu melakukan mitigasi terhadap kemacetan yang terjadi di Gatot Subroto.

Diterbitkan 26 September 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus), yakni Satgas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) untuk penanganan quick respons kemacetan parah yang terjadi di Jalan Gatot Subroto.

“Satgas ini akan membantu melakukan mitigasi terhadap kemacetan yang terjadi di Gatot Subroto,” kata Kabag Ops Ditlantas PMJ Kompol Robby Hefados di Jakarta, Kamis (25/9) seperti dilansir Antara.

Dalam Satgas Kamseltibcar Lantas ini sebanyak tiga tim yang silih berganti untuk melakukan pengaturan dan pola-pola rekayasa lalu lintas. Mereka diterjunkan mulai Kamis (25/9) pukul 15.00 WIB hingga kondisi arus lalu lintas stabil atau kondusif, dan dilanjutkan pada keesokan harinya.

Satgas itu, kata dia, akan membantu mengarahkan masyarakat untuk mengambil jalur alternatif gerbang tol yang bisa dilintasi, seperti Gerbang Tol Semanggi 2 dan Gerbang Tol Kuningan 2.

“Jadi, tidak mengantre lagi di Gerbang Tol Semanggi 1 karena ditutup,” kata dia.

Robby menilai kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto ini merupakan imbas dari perbaikan gerbang tol yang dilakukan oleh pihak Jasa Marga dari 24 September sampai 10 Oktober 2025.

"Dalam kurun waktu tersebut perbaikan terhadap gerbang tol betul-betul dikejar atau dikebut oleh pihak Jasa Marga, sehingga GT tersebut dilakukan penutupan sementara," ujarnya.

Dirinya mengimbau pengendara kendaraan bermotor untuk biasa mengambil jalur alternatif lain seperti menggunakan ruas Tol Wiyoto Wiyono ataupun menggunakan ruas Tol Depok Antasari dan Ruas Tol JORR.

 

Perbaikan Gerbang Tol Bikin Macet Parah, Pramono Minta Jasa Marga Tanggung Jawab

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Jasa Marga untuk bertanggung jawab atas terjadinya kemacetan parah karena penutupan Gerbang Tol Dalam Kota.

“Secara khusus kami akan meminta kepada Jasa Marga yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sampai kemudian ini terjadi kembali,” kata Pramono di Balai Kota, Kamis (25/9) seperti dilansir Antara.

Pramono menjelaskan, pada Rabu (24/9) memang sempat dilakukan perbaikan di pintu Tol Semanggi 1 dan Semanggi 2.

Pramono pun mengaku dirinya menyesalkan terjadinya kemacetan parah akibat perbaikan tersebut karena memantau secara langsung kemacetan yang ada di Jakarta.

“Saya sendiri juga menyesalkan itu terjadi. Karena penanganan yang cukup lama, kemudian mengakibatkan kemacetan kemana-mana,” ujar Pramono.

 

Jasa Marga Hentikan Konstruksi Besar untuk Redam Macet Jakarta

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwatono menyampaikan tidak ada lagi konstruksi besar pada Kamis, 25 September 2025, malam ini. Dengan begitu, diharapkan kemacetan di sejumlah ruas jalan Jakarta bisa terurai.

Dua turut merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang meminta Jasa Marga bertanggung jawab atas kemacetan parah yang terjadi sebelumnya.

"Memang kami minta maaf kepada Pak Gubernur," kata Rivan usai meresmikan Travoy Hub, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Dia menjelaskan, di sela pengerjaan perbaikan, gerbang tol sempat dibuka untuk beberapa saat. Tujuannya untuk mengurai kepadatan yang terjadi di sekitar gerbang tol yang diperbaiki.

"Seperti dalam pengambilan keputusan kami kemarin, salah satunya adalah kemudian membuka supaya tidak terjadi kemacetan yang signifikan, Itu adalah sebagai tanggung jawab kami," jelasnya.

Dia turut memastikan tidak ada lagi pengerjaan besae dalam konstruksi perbaikan gerbang tol malam ini. Dengan begitu, harapannya kemacetan parah tidak terjadi kembali.

"Kami memastikan kan tidak ada keramaian lagi. Saya kira itu tidak ada kemacetan lagi, setelah itu adalah salah satu upaya kami dan kami mohon maaf. Dan mudah-mudahan kita akan tetap menjaga apalagi di malam ini. Karena sudah tidak ada konstruksi besar lagi seperti yang terjadi kemarin," sambungnya.

 

Macet Horor Rabu 24 September 2025

Warga Ibu Kota menghadapi kenyataan pahit pada Rabu 24 September 2025, ketika kemacetan parah melanda berbagai ruas jalan strategis. Kondisi lalu lintas Jakarta berubah menjadi 'lumpuh,' membuat banyak pengendara terjebak berjam-jam di jalan.

Kemacetan mulai terasa sejak sore hari, terutama pada ruas dari Slipi ke Semanggi hingga Jalan Gatot Subroto. Di malam hari, kemacetan horor terjadi di jalur Gatot Subroto mengarah ke Semanggi dan Kuningan sampai Pejompongan.

Di area Karet–Stasiun Palmerah, perjalanan sejauh kurang dari 3 km bisa memakan waktu lebih dari 1 jam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6