Prabowo Puji Prancis, Australia, hingga Inggris Akui Negara Palestina

Presiden Prabowo Subianto sampaikan pidato penting di PBB, menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap pengakuan Palestina dan solusi dua negara, serta mengutuk kekerasan di Gaza. Simak poin-poin krusial pidato Prabowo di PBB.

Diperbarui 23 September 2025, 11:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo puji negara yang akui Palestina, ajak negara lain bertindak.
  • Prabowo tekankan prioritas akhiri bencana kemanusiaan dan perang di Gaza.
  • Indonesia siap sediakan pasukan perdamaian PBB untuk konflik Palestina.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memuji Prancis, Australia, Kanada, hingga Inggris yang telah mengambil langkah untuk mengakui negara Palestina. Prabowo mengatakan pengakuan terhadap Palestina merupakan langkah yang tepat.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato di Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin 22 September 2025.

"Kami mengapresiasi negara-negara terkemuka di dunia yang telah mengambil langkah berprinsip ini: Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan banyak negara terkemuka lain di dunia telah mengambil langkah di sisi sejarah yang benar. Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar," kata Prabowo seperti dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/9/2025).

Dia pun mengajak negara-negara lain untuk mengakui kenegaraan Palestina. Prabowo menegaskan bencana kemanusiaan di Gaza dan peperangan harus segera diakhiri.

"Kepada mereka yang belum bertindak, kami katakan: sejarah tidak tinggal diam. Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, dan mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita," jelasnya.

"Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia," sambungnya.

 

Sikap Tegas Indonesia

Prabowo menyampaikan sikap tegas Indonesia untuk mendukung penyelesaian damai konflik Palestina-Israel. Prabowo menekankan Indonesia siap untuk turut serta menjaga perdamaian dengan menyediakan pasukan perdamaian di bawah mandat PBB.

"Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian," tutur Prabowo.

 

Dukungan Macron

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya hanya akan membuka kedutaan besar di Palestina apabila para sandera yang masih ditahan dibebaskan terlebih dahulu.

"Bagi kami, ini akan menjadi persyaratan yang sangat jelas sebelum membuka, misalnya, kedutaan besar di Palestina," ujar Macron dalam wawancara dengan CBS News yang direkam pada Kamis lalu.

Pernyataan Macron muncul di tengah langkah sejumlah negara Barat---termasuk Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal---yang menyatakan pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada Sidang Umum PBB di New York, dikutip dari laman Radio France International, Senin 22 September 2025.

Meski mendukung aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat, Macron menekankan bahwa Prancis tidak akan berkompromi terkait keamanan, terutama soal pembebasan sandera.

Komentar ini sekaligus memperlihatkan sikap hati-hati Paris dalam menanggapi dinamika terbaru, di mana pengakuan terhadap Palestina menuai pujian dari pihak Palestina, tetapi juga memicu kecaman keras dari Israel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6