Kementerian PKP Pastikan Rumah untuk Korban Erupsi Gunung Ruang Rampung Tahun Ini

Peninjauan melibatkan pemerintah daerah, BPKP, PLN, serta sejumlah balai teknis Kementerian PUPR.

Diperbarui 22 September 2025, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementerian PKP menargetkan penyelesaian huntap korban erupsi Gunung Ruang tahun ini.
  • Progres fisik huntap mencapai 86%, listrik terpasang, fasilitas umum tahap akhir.
  • PKP menekankan keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan, bukan hanya fisik bangunan.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan penyelesaian hunian tetap (huntap) bagi korban erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara dapat selesai sesuai target tahun ini.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan (Perumdes) PKP, Imran, saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Jumat (19/9/2025).

Peninjauan melibatkan pemerintah daerah, BPKP, PLN, serta sejumlah balai teknis Kementerian PUPR.

“Air minum, pengelolaan sampah, serta kepastian administrasi perpindahan masyarakat harus benar-benar dipastikan. Hunian tetap bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat yang menempatinya,” kata Imran.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan, perwakilan BPKP Sulawesi Utara, Kepala Dinas Perkim Provinsi Sulut, Kepala BP3KP Sulawesi I, serta sejumlah kepala balai teknis.

 

 

Sejumlah Kendala Teknis

Hasil peninjauan mencatat beberapa kendala teknis, di antaranya pembangunan gereja yang terdampak longsor, akses jalan yang belum tuntas, drainase dengan kapasitas terbatas, serta kendala operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akibat biaya listrik bulanan sekitar Rp6 juta.

Meski demikian, progres pembangunan fisik huntap telah mencapai sekitar 86 persen. Pemasangan listrik rumah warga sudah dilakukan, sementara pembangunan fasilitas umum kini memasuki tahap akhir.

Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program ini agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak.

"Pekerjaan ini tidak hanya menjadi komitmen pemerintah, tetapi juga akan menjadi legacy bersama demi terciptanya hunian layak, aman, dan berkelanjutan,” ujar Imran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6