Liputan6.com, Jakarta - Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 17 September, pada hari ini, Rabu (17/9/2025) gerakan massa ojek online (ojol) akan menyuarakan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyampaikan, salah satu tuntutan adalah pencopotan Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwaghandi yang bertepatan pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan suatu anomali pada bidang perhubungan di Indonesia.
"Hari Perhubungan Nasional yang seharusnya dapat menjadi suatu kebanggaan kemajuan Indonesia pada bidang perhubungan akan menjadi saat yang tepat bagi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyuarakan bahwa terjadi kemunduran Kementerian Perhubungan semenjak Dudy Purwaghandi diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri Perhubungan," ujar Raden melalui keterangan pers diterima, Selasa 15 September 2025.
Advertisement
Raden meminta publik menilai bersama prestasi konkret dari Menteri Perhubungan yang menjabat saat ini terhadap bangsa dan rakyat Indonesia secara umum.
Khususnya, kata dia, bagi ekosistem transportasi online yang dinilai berperan seperti pengusaha dan bukan menteri yang seharusnya menjadi pembantu Presiden untuk melayani rakyat Indonesia pada bidang perhubungan.
Kemudian, pewakilan dari kelompok Ojol Garda Indonesia Yudha mengatakan, sebanyak 5.000 driver ojol akan menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini 17 September 2025 yang bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.
"Akan ada 5.000 yang terlibat aksi," kata Yudha perwakilan dari kelompok Ojol Garda Indonesia saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (17/9/2025).
Yudha menjelaskan, rute dari aksi demo ojol ini akan menyambangi tiga titik. Mulai dari Istana, Kementerian Perhubungan, dan berakhir di Gedung DPR.
"Kami akan berangkat bersama, titik kumpulnya di Mako Tekab Indonesia di Jakarta Pusat. Otw Istana baru ke Kemenhub satu per satu, titik akhir di DPR RI," terang Yudha.
Sementara itu, Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ipda Ruslan Basuki, sebanyak 6.118 personel yang terdiri dari Polda, Polres, dan Polsek jajaran akan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi demo tersebut.
Berikut sederet fakta terkait aksi demo ojol yang digelar hari ini, Rabu (17/9/2025) dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Aksi Demo Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3063346/original/021672500_1582879434-20200228-Pengemudi-Ojek-Online-Demo-di-DPR-tallo-4.jpg)
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyampaikan, gerakan massa ojol akan menyuarakan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto Rabu 17 September 2025.
Raden mengatakan, salah satu tuntutan adalah pencopotan Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwaghandi yang bertepatan pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan suatu anomali pada bidang perhubungan di Indonesia.
"Hari Perhubungan Nasional yang seharusnya dapat menjadi suatu kebanggaan kemajuan Indonesia pada bidang perhubungan akan menjadi saat yang tepat bagi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyuarakan bahwa terjadi kemunduran Kementerian Perhubungan semenjak Dudy Purwaghandi diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri Perhubungan," ujar Raden melalui keterangan pers diterima, Selasa 16 September 2025.
Raden meminta publik menilai bersama prestasi konkret dari Menteri Perhubungan yang menjabat saat ini terhadap bangsa dan rakyat Indonesia secara umum.
Khususnya, kata dia, bagi ekosistem transportasi online yang dinilai berperan seperti pengusaha dan bukan menteri yang seharusnya menjadi pembantu Presiden untuk melayani rakyat Indonesia pada bidang perhubungan.
"Menteri Perhubungan lebih memilih mendukung perusahaan-perusahaan aplikasi transportasi online bahkan perusahaan-perusahaan transportasi online berhasil membuat Menteri Perhubungan menjadi juru bicara para pebisnis tersebut untuk menolak aspirasi rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online," ucap Raden.
Advertisement
2. Massa Bawa 7 Tuntutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3063344/original/051169800_1582879432-20200228-Pengemudi-Ojek-Online-Demo-di-DPR-tallo-3.jpg)
Raden menegaskan, atas alasan tersebut maka Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan aliansi, komunitas-komunitas ojek online, mahasiswa dari BEM UI dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa akbar dimulai dari Kementerian Perhubungan lalu ke Istana Presiden dan berakhir aksi unjuk rasa di DPR RI.
"Tuntutan utama aksi ojol R2, driver online R4 dan kurir online pada Rabu, 17 September 2025 adalah "Potongan Aplikator 10% dan Copot Menteri Perhubungan," beber Raden.
Diketahui, berikut tujuh tuntutan yang akan disuarakan kelompok pengemudi ojek online pada aksi yang dinamakan 179:
1. RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026.
2. Potongan Aplikator 10% Harga Mati.
3. Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan.
4. Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator.
5. Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll.
6. Copot Menteri Perhubungan
7. Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025.
Sebagai imbauan dari aksi unjuk rasa besok, kelompok pengunjuk rasa menyarankan warga Jakarta untuk memilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025.
Sebab, sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan aksi demontrasi ojek online ke Kemenhub, Istana, dan DPR RI.
3. Sebanyak 5.000 Pengemudi Ojol Bakal Geruduk Istana hingga Gedung DPR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226014/original/045642400_1747723990-IMG_9781.jpg)
Bertepatan dengan hari transportasi nasional yang jatuh pada 17 September, sebanyak 5.000 driver ojek online atau ojol akan menggelar aksi unjuk rasa.
"Akan ada 5.000 yang terlibat aksi," kata Yudha perwakilan dari kelompok Ojol Garda Indonesia saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (17/9/2025).
Yudha menjelaskan, rute dari aksi demo ojol ini akan menyambangi tiga titik. Mulai dari Istana, Kementerian Perhubungan, dan berakhir di Gedung DPR RI.
"Kami akan berangkat bersama, titik kumpulnya di Mako Tekab Indonesia di Jakarta Pusat. Otw Istana baru ke Kemenhub satu per satu, titik akhir di DPR RI," ucap Yudha.
Yudha mengungkap, kelompok massa aksi adalah driver ojek online karenanya aksi ke tiga titik akan berlangsung bak konvoi ribuan motor.
"Iya ada (konvoi)," ungkap dia.
Sebagai imbauan dari aksi unjuk rasa, Yudha menyarankan agar warga Jakarta memilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025.
"Sebab, sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan aksi demontrasi ojek online ke Kemenhub, Istana dan DPR RI," dia menandasi.
Advertisement
4. Sebanyak 6.118 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Demo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3063348/original/011317200_1582879436-20200228-Pengemudi-Ojek-Online-Demo-di-DPR-tallo-6.jpg)
Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (GARDA INDONESIA) akan berujuk rasa pada Rabu (17/9/2025) hari ini. Kepolisian pun telah menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan Basuki menyebut, sebanyak 6.118 personel yang terdiri dari Polda, Polres, dan Polsek jajaran akan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi tersebut.
"Kekuatan pengamanan di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 6.118 personel," kata Ruslan dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).
Dia menyebut, konsentrasi massa akan terbagi pada dua titik yaitu di Medan Merdeka Selatan dan DPR/MPR RI. Terkait pengalihan arus lalin, Ruslan menyebut sifatnya situasional, menyesuaikan jumlah massa di lapangan.
"Lalin situasional melihat ekskalasi jumlah massa di lapangan," ucap dia.
Ruslan menegaskan pengamanan akan dilakukan secara persuasif. “Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” kata Ruslan.
Ruslan menambahkan, menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun harus dilakukan damai.
"Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik," ujar dia.
Ruslan mengimbau kepada warga Jakarta untuk menghindari kawasan sekitar DPR selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan jumlah massa di lapangan.
"Arus lalu lintas di sekitar lokasi bersifat situasional, menyesuaikan dengan eskalasi massa di lapangan," tandas dia.
5. Jelang Demo Ojol, Kantor Kemenhub Dijaga Ketat Brimob
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3895254/original/024735600_1641368523-IMG_7726.jpg)
Menjelang aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol), aparat kepolisian mulai bersiaga di kawasan Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).
Pantauan Liputan6.com, pada pukul 08.57 WIB, sedikitnya dua mobil Korps Brimob sudah berada di halaman Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Selain itu, nampak sejumlah anggota Brimob juga menggelar apel di area belakang gedung utama Kemenhub.
Meski begitu, hingga saat ini, kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat terpantau ramai lancar dan tak ada penutupan atau pengalihan lalu lintas.
Aparat hanya terlihat memperketat pengamanan di sekitar pintu belakang gedung Kemenhub yang berada persis di sisi barat kawasan Monumen Nasional (Monas).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3984318/original/056116800_1649061366-WhatsApp_Image_2022-04-04_at_15.32.59.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169469/original/040743000_1742530703-IMG-20250321-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5430104/original/025423200_1764652229-IMG_5269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2806772/original/028349100_1557974774-20190516-Tarif-Batas-Atas-Tiket-Pesawat-Turun-FANANI-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672818/original/046985900_1778498161-Terminal_bus-11_Mei_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5621664/original/064743000_1778211712-Kemenhub_telusuri_penyebab_kecelakaan_Bus_ALS_vs_Truk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579717/original/030932800_1778065106-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_16.20.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939559/original/034412000_1725802667-Harga_tiket_pesawat_domestik_menjadi_mahal-HERMAN_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568156/original/024273700_1777350656-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)