Tanggal 17 September Memperingati Hari Apa? Ini Dua Peringatan Pentingnya

Tanggal 17 September tahun ini jatuh pada hari ini Rabu. Hari ini diperingati sebagai Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) dan Hari Keselamatan Pasien Dunia.

Diterbitkan 17 September 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 17 September bukan hanya sekedar angka di kalender. Di hari ini, ada dua peringatan penting yang sama-sama berbicara tentang keselamatan dan keterhubungan.

Di Indonesia, 17 September diperingati sebagai Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Pada waktu yang sama, dunia juga memperingati World Patient Safety Day atau Hari Keselamatan Pasien Dunia.

Meskipun berasal dari konteks berbeda, kedua momentum ini memiliki pesan yang sama: pentingnya menyediakan layanan yang aman, andal, dan terpercaya bagi masyarakat.

Hari Perhubungan Nasional

Di Indonesia, setiap tanggal 17 September diperingati sebagai peringatan Hari Perhubungan Nasional atau Harhubnas.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Hari Perhubungan Nasional telah ditetapkan sejak tahun 1971. Sebelumnya, BUMN di sektor transportasi merayakan hari jadi atau hari bakti masing-masing secara terpisah dan berdekatan waktunya.

Namun, untuk mengefisienkan waktu dan biaya, pada 26 Agustus 1971 Menteri Perhubungan Frans Seda mengeluarkan Keputusan No. SK/274/G/1971 tentang Hari Perhubungan Nasional.

Sejak keputusan tersebut, perayaan hari jadi atau hari bakti BUMN sektor transportasi disatukan menjadi Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang diperingati setiap 17 September. Keputusan ini menegaskan bahwa Harhubnas menjadi hari bakti bersama bagi seluruh organisasi dan lembaga di sektor perhubungan.

Hari Bakti Nyata Insan Transportasi

Hari Perhubungan Nasional ini merupakan hari bakti nyata para insan transportasi yang telah bekerja keras mewujudkan konektivitas transportasi di seluruh wilayah Indonesia, dan memberikan pelayanan jasa transportasi yang aman dan nyaman.

Peringatan ini diketahui tidak hanya menjadi hari peringatan suatu organisasi/lembaga di bidang Perhubungan Nasional. Namun, juga menjadi momentum untuk mengingat kembali suatu peristiwa bersejarah di bidang perhubungan.

Terutama untuk memberikan inspirasi atau motivasi bagi seluruh bangsa Indonesia dengan tujuan efisien dari segi waktu dan biaya. Perayaan ini juga menyimpan manfaat yaitu terbentuknya jiwa korsa dan kebersamaan seluruh anggota Keluarga Besar Sektor Perhubungan.

Kemudian bermanfaat untuk terciptanya apresiasi positif kepada stakeholder dan masyarakat terhadap organisasi dan insan perhubungan yang saat ini terus menerus berubah untuk menjadi lebih baik dalam upaya peningkatan keselamatan dan pelayanan jasa transportasi.

World Patient Safety Day

Sementara di kalender internasional, setiap tahunnya tanggal 17 September diperingati sebagai World Patient Safety Day atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia. Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Kesehatan Dunia ke-72 pada Mei 2019, setelah diadopsinya resolusi WHA 72.6 tentang Aksi Global terhadap Keselamatan Pasien.

Dilansir dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resolusi tersebut mengakui keselamatan pasien sebagai prioritas kesehatan global dan mendukung tujuan Hari Keselamatan Pasien Sedunia, yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, meningkatkan pemahaman global, dan memacu solidaritas dan tindakan global untuk memajukan keselamatan pasien.

Dikutip dari laman National Today, Hari Keselamatan Pasien Sedunia merupakan salah satu dari 11 kampanye kesehatan global yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Topik keselamatan pasien muncul sebagai akibat dari meningkatnya kompleksitas sistem pelayanan kesehatan dan lonjakan kasus cedera pasien akibat kesalahan dan kelalaian. Kasus cedera pasien akibat kelalaian merupakan salah satu penyebab utama kematian pasien di seluruh dunia.

Studi terbaru menunjukkan bahwa negara-negara yang sebagian besar berpenghasilan rendah hingga menengah mencatat lebih dari 134 juta kasus cedera pasien setelah menerima perawatan medis. Hal ini mengakibatkan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahunnya. Negara-negara berpenghasilan tinggi memiliki angka yang relatif lebih rendah, dengan satu dari 10 pasien mengalami komplikasi lebih lanjut setelah menerima perawatan medis.

Sejarah World Patient Safety Day

Hari Keselamatan Pasien Sedunia (World Patient Safety Day) dicetuskan pada Mei 2019 ketika Majelis Kesehatan Dunia (WHO) mengadopsi resolusi untuk aksi global terkait keselamatan pasien.

Kampanye global ini merupakan gagasan dari rangkaian KTT Menteri Global tentang Keselamatan Pasien yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2016. Kampanye ini melibatkan advokasi dan komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan internasional utama.

Tenaga kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien dengan menerapkan beberapa praktik aman dalam memberikan layanan. Praktik ini bisa sesederhana memberikan pasien akses ke rekam medis dan catatan medis.

Langkah efektif lainnya adalah melibatkan pasien dan pengasuh mereka secara langsung dalam proses pengambilan keputusan saat memberikan layanan kesehatan. Mereka harus memahami dengan jelas pilihan mereka terkait perawatan dan diagnosis.

Tujuan World Patient Safety Day

Dikutip dari Merdeka.com, Hari Keselamatan Pasien Sedunia memiliki 3 Tujuan Penting.

1. Untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya mengabaikan keselamatan pasien. Hal ini bertujuan untuk membangun program komunitas dan pasien yang dapat membuka diskusi untuk peningkatan pelayanan kesehatan.

2. Untuk mendorong pemerintah untuk mengambil langkah proaktif guna menjamin keselamatan pasien. Dengan menerapkan strategi untuk mengelola risiko terhadap kesehatan pasien, pemerintah suatu negara dapat meningkatkan keselamatan dan harapan hidup warga negaranya.

3. Untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan organisasi lokal/internasional untuk membentuk kemitraan yang berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan global. Ini merupakan hal penting yang tidak boleh diremehkan. Sebab, pada akhirnya, tingkat kesehatan masyarakat yang baik dapat mendukung perkembangan kehidupan lebih sejahtera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6